4 Passion Dalam Fotografi




Fotografi Tidak Hanya Foto Landscape Saja  


Untuk maksimalkan skill seseorang dalam suatu hal, dibutuhkan keahlian yang pasti dalam bidang yang dikauasai. Belajar mengenai foto, diperlukan ketekunan dan kesabaran untuk bisa menguasai seluruh aspeknya. Kamera bukan hanya di fungsikan untuk mengambil gambar asal – asalan. Banyak fitur yang ada didalamnya untuk menghasilkan satu karya foto yang enak di pandang. Empat passion berikut bisa kamu pilih salah satu diantaranya untuk lebih mencintai dunia foto : 

    1.  Landscape Fofografi
 


Dari kata landscape sendiri sudah menjelaskan mengenai kondisi alam. Landscape fotografi adalah suatu pemotretan foto yang hanya dikhususkan untuk mengambil gambar dengan tema alam, flora, fauna, tanpa ada aktivitas kegiatan seseorang di dalamnya. Passion ini lumayan sulit bagi kamu yang baru mengenal istilah forografi. Diperlukan settingan kamera yang pas untuk bisa menghasilkan karya yang indah. Moment juga sangat mempengaruhi hasil yang di dapat. Seseorang biasanya datang 30 menit lebih awal untuk bisa mendapatkan moment ini, baik itu sunset, sunrise, maupun moment yang lain. Setiap detik waktu yang berlalu adalah hal yang sangat berharga untuk diabadikan. Kamu tidak bisa membuat moment dengan konsepan yang kamu buat, hasil foto tidak lagi natural jika membuat sesuatu secara paksa. Hanya mengatur penempatan objek yang pas di dukung dengan latar belakang yang mendukung, itu baru yang bisa kamu lakukan. Tapi untuk menciptakan moment, saya rasa masih kurang untuk bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

2.  Model Fotografi
 

Ada landscape, ada juga potrait. Sederhanya, foto landscape biasanya dihasilkan dengan pengambilan gambar secara horizontal, sedangkan potrait dihasilkan dengan model vertikal. Namun, tidak ada salahnya jika ingin membuat yang berbeda, bisa sekali – kali kamu terapkan pengambilan vertikal di mode landscape, dan sebaliknya. Model fotografi lebih mengarah untuk penambilan gambar close up seseorang. Passion ini biasanya dipilih oleh seseorang yang senang dengan foto model ataupun foto makro. Dari segi hasil jelas berbeda dengan foto landscape, foto potrait identik dengan efek bokeh yang dihasilkan. Memiliki ruang tajam yang lebih pada objek foto.

Passion ini sedikit lebih mudah dibanding dengan foto landscape, biasanya untuk pemula sering mencoba foto model untuk berkarya. Dalam foto model kamu juga harus energik kepada seseorang yang ingin kamu ambil gambarnya. Fotografer sering melakukan komunikasi terus menerus dalam sesi foto, ini dimaksudkan untuk mengambil ekspresi dari model tersebut. Ketika senyum, tertawa, marah, dan sebagainya. Pilih spot foto sesuai dengan tema yang kamu pilih. Tidak perlu mencari spot yang mewah. Kamu bisa mendekorasi sendiri spot foto tersebut. Orang lain akan semakin terkesan dengan kreativitas yang kamu miliki. Kamu juga harus menyesuaikan dengan fashion dari seorang model. Baik itu fashion maupun background, keduanya harus saling berhubungan. Ini akan menjadikan fotomu lebih enak untuk dilihat.

 3. Human Interest
 
Selanjutnya ada foto yang masuk dalam kategori interaksi terhadap seseorang. Fotografer sering menyebutnya dengan istilah Human Interest, atau dikenal dengan foto aktivitas seseorang. Untuk mengambil foto HI diperlukan keberanian bertatap langsung dengan orang baru. Karena yang diambil adalah kegiatan yang sedang dilakukan orang tersebut, bisa ketika berjualan, memarahi, senyum, dan lain sebagainya. Setiap moment yang terjadi pada foto HI lebih berharga daripada foto landscape. Fotografer dituntut untuk lebih interaktif terhadap orang lain. 

Passion ini biasanya diambil oleh mereka yang suka dengan kegiatan jurnalistik, untuk mereka yang senang meliput berita acara. Sesi tanya jawab sudah mesti dilakukan. Dari sinilah nanti akan tercipta ekspresi seseorang. Untuk mengambil passion ini, kamu juga harus berhati – hati. Tidak semua orang senang jika foto mereka diambil secara lancang. Jadi alangkah baiknya jika kamu meminta izin terlebih dulu ketika mau mengambil gambarnya. Selain kamu bisa mendapatkan hasil foto, kamu juga bisa mengenal kondisi lingkungan ataupun budaya di daerah tersebut. Kamu akan memperoleh wawasan dan pengetahuan yang lebih luas. Kamu bisa belajar sambil melakukan pemotretan di sana. Jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih ketika hendak pergi. Seseorang akan lebih lebih senang dan menghargai itu semua.

 4. Black and White
 

Yang terakhir adalah foto Hitam dan Putih. Passion foto ini sebenarnya hampir sama dengan foro HI. Yang menjadi pembeda adalah hasil dari BW ini, efek warna hitam putih yang dihasilkan. Pada foto BW ini mempunyai kesan tempo dulu. Foto harus bercerita secara dramatis. Bahwa, kejadian yang terjadi pada foto seakan – akan sudah pernah terjadi di masa lalu. Passion ini sering diambil bagi kamu yang mempunyai selera klasik pada setiap hal. Ketika seseorang pertama kali melihat foto ini, mereka akan terbawa suasana di masa lalunya, baik itu kejadian, masa kecil mereka, ataupun hal – hal yang menyenangkan di tempo dulu. Untuk  bisa mengambil gambar BW juga diperlukan sikap adaptasi dengan seseorang. Tetapi, tidak sepenuhnya diharuskan untuk berinteraksi. Kamu juga bisa mengambil foto landscape untuk dijadikan foto BW, tergantung selera kalian masing – masing ingin mengambil tema seperti apa. Yang menjadi kendala dari foto BW ini adalah tema apa yang ingin kamu ambil. Karena di setiap foto BW sudah pasti harus memiliki cerita. Tidak ada foto BW yang tidak mempunyai kesan di dalamnya. Seorang fotografer harus bisa menjelaskan apa maksud dari foto yang kamu ambil.

Kembali lagi ke passion kamu masing – masing. Dengan memilih bidang apa yang paling kamu kuasai. Dengan begitu akan semakin mudah untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Seorang fotografer harus bisa menguasai segala aspek di dalamnya, baik itu foto landscape, potrait, HI, ataupun BW. Semua bisa dilalui dengan belajar. Kunci dari seorang fotografer adalah sering melakukan hunting foto setiap saat. Kenali apa yang kurang dari hasil yang kamu ambil. Kenali juga spot foto yang kamu piliih. Juga jangan terlalu puas dengan setiap hasil yang kamu peroleh.
  
Perasaan kurang puas harus selalu tertanam dalam prinsip seorang fotografer, dengan begitu akan semakin mudah untuk mengembangkan keahlian yang kamu kuasai. Cobalah untuk mencari angle yang berbeda dari setiap foto. Settingan kamera yang berbeda untuk di setiap pemotretan. Dengan begitu kamu akan lebih mudah untuk membandingkan hasil dari masing – masing foto. Perbanyak referensi foto juga perlu untuk dilakukan. Lebih mudahnya, kamu bisa menggunakan metode ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Cari hasil karya dari seseorang kemudian praktikan dengan pengambilan gambar yang sama. Yang menjadi pembeda, bisa kamu beri sedikit obyek di dalamnya, waktu pengambilan yang berbeda. Hampir kebanyakan seseorang yang belajar fotografi menggunakan prinsip ini. Lebih mudah untuk di praktikan, mudah juga untuk ditiru.




Scroll To Top