Long Exposure Photography

Apakah kalian pernah melihat suatu gambar landscape yang mempunyai hasil sangat halus, pada air misalnya. Atau barangkali gambar yang menunjukkan garis cahaya yang melintasi pemandangan kota?

Gambar seperti itu merupakan hasil fotografi dengan teknik long exposure. Sangat mudah untuk kalian pelajari dan tidak perlu memanipulasinya. Pada pembahasan kali ini, saya akan memperlihatkan kepada kalian bagaimana melakukannya sendiri.

Apa itu Long Exposure Fotografi

Terdapat banyak cara yang dapat kalian gunakan untuk melakukan teknik tersebut dengan memperoleh hasil yang berbeda. Bukan hanya air yang bisa kalian jadikan halus, dengan teknik ini kalian dapat menghilangkan keberadaan orang lain dari keramaian. Misalnya seperti elemen yang bergerak dibuat kabur jika menggunakan kecepatan rana yang panjang. Tidak ada batasan untuk menggunakan teknik ini, semuanya tergantung dari keinginan kalian masing – masing. Setiap genre pada fotografi mampu menggabungkan Long Exposure, bisa jadi selang waktu tersebut bekerja dengan baik.

Misalnya lagi mengenai fotografi steel woll, melukis cahaya, milky way, pemandangan kota, serta fotografi jenis abstrak. Namun, saya lebih senang jika menggunakan teknik Long Exposure untuk fotografi jalanan, karena teknik tersebut akan memperlihatkan hiruk pikuk sebuah momen. Semuanya akan terlihat kabur di lingkungan kejadian, dari sini sudah terlihat bagaimana kecepatan rana bisa mengubah fotografi Long Exposure.

Kecepatan rana adalah hal yang perlu kalian perhatikan pada fotografi. Saat memotret, kamera akan menggunakan 3 pengaturan dasar, ISO, Kecepatan Rana, dan juga rana. ISO difungsikan untuk melihat kualitas gambar, aperture untuk mempengaruhi kedalaman bidang, sedangkan kecepatan rana digunakan untuk mempengaruhi gerakan. Ketiga hal itu sering disebut dengan segitiga eksposur. Kecepatan rana diatur dalam sepersekian detik saja. Biasanya, kalian akan mengatur pada kisaran 1/125 – 1/500 untuk fotografi sehari –hari. Mengatur kecepatan rana 1/125 berarti kalian menutup lensa untuk terbuka selama 250 detik lamanya.

Jika kalian membuat satu detik menjadi 250 bagian yang sama, kecepatan rana ini sama dengan salah satu bagian tersebut. Satu detik di kamera disimbolkan dengan angka “1”. Sedangkan kecepatan rana yang cepat 1/1000 dapat membuat subyek yang bergerak cepat menjadi beku. Intinya, jika di bawah 1/30 merupakan kecepatan rana yang lambat, dan sebaliknya. Untuk yang paling lambat biasanya disimbolkan 30”, dan yang tercepat disimbolkan 1/8000.
Terdapat aturan untuk kecepatan rana yang bisa kalian gunakan tanpa bantuan tripod. Mengatur rana dari 1/60 atau lebih  lambat, ini berarti akan memperlihatkan tanda – tanda getaran pada kamera, hasil akan terlihat ekstrem jika kecepatan diatur semakin lambat. Semuanya tergantung pada rana yang terbuka, dan rana yang terbuka untuk waktu yang lama akan mengahasilkan gambar dengan getaran yang kecil. Masalah lain yang perlu kalian ketahui adalah tingkat focus yang lebih panjang akan melihatkan jumlah getaran pada kamera. Seperti lensa (telefoto) mempunyai stabilisasi gambar secara default. Aturan sederhananya adalah menggunakan kecepatan rana yang mempunyai penyebut lebih tinggi dibandingkan lensa. Untuk lensa dengan 100mm memerlukan kecepatan rana minimum 1/125.

Peralatan Yang Harus Kalian Persiapkan

Untuk menghasilkan jepretan dengan teknik Long Exposure, kalian perlu untuk mempersiapkan beberapa peralatan.

1.      Tripod
Tripod sangat dibutuhkan untuk fotografi Long Exposure. Seperti penjelasan diatas, mengatur rana dibawah 1/60 detik akan menghasilkan gambar yang kabur. Mengatur eksposure yang lama cenderung membuat gambar dari eksposure selama 30 detik, terkadang ada pula yang membutuhkan waktu berjam – jam lamanya. Mengatur rana selama 30” akan menghasilkan getaran pada kamera yang sangat besar. Itu berarti kalian perlu memegang kamera selama 30” tanpa ada getaran. Untuk mencegah getaran yang terjadi, ini sebabnya kalian perlu membawa peratan tambahan seperti tripod, agar lebih mudah memastikan gambar yang tajam dan bersih.

2.      Shutter Release
Shutter Release juga peralatan yang sangat bermanfaat. Jika berbicara mengenai getaran kamera karena kalian memegang kamera, namun siapa sangka jika kalian menekan tombol rana juga bisa menyebabkan hasil foto menjadi kabur. Shutter Release terdapat 2 jenis, salah satunya yang terhubung ke kamera melalui kabel, sedangkan yang lain biasanya lewat infrared. Untuk Shutter Relase nirkabel mempunyai harga yang cukup mahal, namun kalian tidak perlu berada di samping kamera ketika akan mengoperasikannya.

Jika kalian sudah mempunyai intervalometer untuk fotografi Long Exposure, kalian bisa menggunakannya di sini sebagai rilis yang sederhana. Solusi lain bisa kalian coba dengan mengubah pengaturan kamera kalian. Mengunci lensa sebelum memotret juga bisa mengurangi sedikit getaran, ataupun mengatur kamera dengan self timer.

3.      Filter ND
Filter ND (Densitas Netral) merupakan peralatan yang tidak ternilai yang bisa menghasilkan gambar dengan teknik Long Exposure. Filter ND difungsikan utnuk minimalisir jumlah cahaya yang masuk ke lensa kamera. Filter ND bisa kalian gunakan saat di siang hari. Banyaknya cahaya yang masuk membuat hasil akan terlihat over exposure. Jika sudah memasang Filter ND, kalian bisa mengatur kecepatan rana mulai dari 2 stop, 6 stop, hingga 10 stop. Angka – angka tersebut meerupakan pengaturan jika menggunakan filter ND. Stop adalah tanda dimana kalian bisa meningkatkan kecepatan rana pada kamera.

Filter dengan 6 stop lebih kuat dibandingkan filter dengan 2 stop, namun yang paling kuat adalah filter 10 stop. Setiap “stop” pada filter ND akan mengurangi jumlah cahaya yang masuk ke kamera.

1 Stop = 21 = 2 = ND2
2 Stop = 22 = 4 = ND4
3 Stop = 23 = 8 = ND8
4 Stop = 24 = 16 = ND16
5 Stop = 25 = 32 = ND3

Filter 2 stop adalah yang paling umum digunakan. Tanda ND4 berarti mengurangi jumlah cahaya yang mengenai sensor kamera dengan faktor 4. Sedangkan untuk filter 3 stop ND8 dengan faktor 8 dan seterusnya. Untuk filter 10 stop dapat mengurangi cahaya dengan faktor 1024, yang berarti bahwa kecepatan rana harus terbuka lebih dari 1000 kali lebih lama. Misalnya saja ketika foto yang biasanya diambil dengan kecepatan rana 1/1000 detik mampu diambil dengan eksposure satu detik saja

Langkah – Langkah Dalam Menggunakan Filter

1.   Tripod digunakan jika menggunakan teknik Long Exposure. Hal ini bahkan lebih penting jika memotret dengan filter ND 10 stop. Eksposure dengan filter akan mengubah rana menjadi beberapa menit.
2.      Kalian tutup viewfinder untuk memastikan jumlah cahaya yang masuk apakah sudah sesuai.
3.    Pilih mode Bulb pada kamera kalian, karena akan memungkinkan kalian menangkap kejadian selama yang kalian inginkan. Mengatur kecepatan rana dengan pengaturan manual hanya sebatas 30”. Kalian membutuhkan cable release jika ingin lebih.
4.   Pastikan bahwa kalian sudah berada di kondisi yang tepat. Jika terdapat elemen yang bergerak pada lokasi foto, kalian tidak perlu menggunakan long exposure.
5.   Menggunakan ISO yang rendah dapat menghasilkan gambar noise jika ditambah dengan Long Exposure. Untuk mengatasinya, kalian ambil gambar yang sama, dengan pengaturan yang sama, akan tetapi dengan tutup lensa yang aktif. Teknik ini akan menghasilkan gambar menjadi hitam, namun akan menunjukkan kualitas yang tajam.





Scroll To Top