Pedoman Awal Belajar Fotografi



Sangat Mudah Belajar Fotografi  

Belajar dunia foto tidaklah sulit bagi yang serius ingin mendalami ilmunya. Tidak hanya ilmu fotografi saja, semua pengetahuan mudah untuk dipelajari. Fotografi adalah kegiatan mengabadikan suatu kejadian dalam bentuk gambar visual. Fotografi juga mempunyai cara – cara tertentu untuk bisa menghasilkan karya yang indah. Fotografi sudah ada sejak dahulu, mulai dari sulitnya peralatan yang harus di siapkan hingga kini sangat banyak media yang tersedia untuk mengabadikan sebuah foto.

Kegiatan fotografi tidak hanya dilakukan dengan menekan tombol kamera untuk menghasilkan sebuah foto. Ada beberapa fitur yang terdapat pada kamera yang bisa digunakan. Jika asal memotret tanpa ada maksud dari hasil foto tersebut, semua orang bisa melakukannya. Namun, fotografi lebih mengarah pada keindahan sebuah foto yang dapat dinikmati oleh semua orang. Seorang fotografer juga dituntut untuk mengerti apa maksud dari karyanya.

Bagi seorang pemula, ada beberapa pedoman yang perlu diperhatikan. Kenali terlebih dahulu tentang tombol – tombol yang ada pada kamera. Mulai dari shutter, flash, dan tombol lainnya. Setelah mengerti bagian dari setiap kamera, akan lebih mudah untuk belajar lebih dalam. Mengapa seorang fotografer mampu untuk menciptakan sebuah foto yang indah, padahal kondisi yang sedang terjadi tidak sesuai dengan foto yang dihasilkan. Segitiga exposure adalah bagian terpenting dalam kamera. Tombol ISO, Shutter Speed, dan Diafragma adalah komponen yang ada pada segitiga exposure.

ISO, Shutter Speed, dan Diafragma  

ISO disini difungsikan sebagai pengaturan bagaimana kamera mampu untuk menyeimbangkan banyaknya cahaya yang masuk. Saat kondisi yang kurang pencahayaan bagaimana sebaiknya kita mengatur ISO tersebut, dan ketika dihadapi dengan cahaya yang banyak bagaimana pula kita harus mengaturnya. Pada setiap kamera, ISO dilambangkan dengan angka. Mulai 100 – 800. Angka 100 baik digunakan ketika kondisi banyak cahaya yang masuk. Angka 800 digunakan untuk kondisi cahaya yang kurang. Jadi, semakin tinggi angka yang kalian atur, semakin banyak pula cahaya yang masuk pada kamera. Perlu di ingat, terlalu besar mengatur ISO juga akan mempengaruhi hasil foto. Gambar akan mengahasilkan efek noise (bintik - bintik). Gunakan ISO sesuai dengan kondisi yang sedang di hadapi.

Selanjutnya adalah Shutter Speed. Pernah kalian melihat seorang fotografer mampu untuk menangkap gambar dengan pergerakan obyek yang sangat cepat. Ini adalah fungsi dari tombol Shutter Speed pada kamera. Shutter Speed dilambangkan dengan angka 30” (detik) – 1/1000. Untuk bisa menangkap obyek yang mempunyai pergerakan cepat, bisa kalian setting dengan angka diatas 10” (detik).  Sedangkan jika dihadapi pada kondisi yang sangat rendah pencahayaannya barulah kalian atur pada angka 10" (detik).



Yang terakhir mengenai Diafragma. Istilah mudahnya adalah bukaan lensa pada kamera. Mengatur kamera dengan diafragma yang pas akan menghasilkan foto mempunyai ruang tajam yang sesuai. Diafragma disimbolkan dengan angka 2.5 – 24. Semakin kecil angka yang kalian pilih, semakin tajam pula obyek yang ada pada gambar. Sedangkan background akan terlihat blur. Ini bukan berarti mengatur diafragma dengan angka yang besar akan menghasilkan gambar menjadi blur semua. Justru sebalinya, foto tersebut akan mempunyai ruang tajam secara menyeluruh. Mengatur bukaan lensa besar dapat kalian gunakan untuk foto close up seseorang. Kalian akan mendapatkan efek bokeh yang bagus pada background. Untuk bukaan lensa kecil bisa kalian gunakan ketika hendak memotret pemandangan/ landscape.

Ketiga pengaturan itulah yang disebut dengan segitiga exposure. Untuk bisa menghasilkan foto yang pas, kalian harus mengatur ketiga menu tersebut menjadi seimbang. Setelah mengerti mengenai segitiga exposure, selanjutnya kalian harus paham juga mengenai Light Metter. Light Metter bisa kalian temui di layar kamera. Maksud dari menu tersebut adalah, untuk bisa mengetahui hasil gambar kalian over exposure, under exposure ataupun seimbang.

Light Metter akan terus berubah selama kalian masih mengatur segita exposure tadi. Untuk fotografer pemula, biasanya memilih Light Metter yang seimbang. Yaitu garis tepat berada di tengah Light Metter. Light Metter yang seimbang akan menghasilkan foto yang biasa saja, namun mempunyai keseimbangan cahaya yang pas.

Jika garis berubah dari titik seimbang (1 Stop) akan membuat gambar kalian menjadi over exposure. Foto akan terlihat semakin cerah hasilnya. Sebaliknya, jika garis Light Metter bergerak ke kiri dari titik tengah akan menghasilkan gambar yang gelap. sebaiknya kalian sesuaikan dengan selera masing – masing. Ingin menghasilkan gambar yang over, under, maupun balance. Untuk pemula cobalah ketiga hasil tersebut, supaya kalian bisa dengan mudah membandingkan setiap foto.

Ada beberapa aturan lagi bagaimana foto kalian bisa disebut sebuah karya yang indah.

1.  Foto kalian dapat dinikmati oleh setiap orang, entah mereka paham fotografi ataupun tidak. Ketika melihat foto yang kalian hasilkan, mereka akan merasa senang pula dengan hasil foto tersebut.
2.  Setiap foto harus mempunyai POI (Poin Of Interest). POI adalah sudut menarik dari karya foto. POI di fungsikan untuk penikmat foto ketika pertama kali melihat foto kalian. Mata mereka langsung mengarah ke obyek yang kalian jadikan sebagai POI tanpa melihat sudut yang lainnya. Bisanya seorang fotografer membuat sendiri obyek yang hendak dijadikan sebagai POI, jika di tempat hunting sulit untuk menemukan obyek yang menarik.
3.  Setiap foto harus mempunyai cerita. Kalian harus mampu menceritakan kepada orang lain tentang maksud foto tersebut. Entah itu kejadian yang pernah terjadi di lokasi hunting, konsep yang sedang kalian buat, maupun bercerita mengenai perjuangan untuk bisa medapatkan foto tersebut.

Untuk kalian yang baru ingin mendalami ilmu fotografi, pelajari lebih dalam mengenai segitiga exposure. Lupakan terlebih dahulu mengenai ke 3 syarat di atas. Untuk lebih mudahnya, tetapkan 1 segitiga exposure kalian. Semisal ingin memotret pemandangan. Yang harus kalian tetapkan adalah diafragma. Kalian hanya perlu mengubah ISO dan Shutter Speed sedangkan diafragma kalian bisa tentukan tanpa harus mengubahnya lagi. Jadi cukup pilih satu yang tidak harus diubah lagi aturannya.

Tips dari saya. Sering – seringlah untuk melakukan hunting foto, jika hanya mendengarkan penjelasan saja akan sulit untuk bisa berkembang kemampuan kalian. Fotografi lebih memperbanyak praktik di lapangan daripada mendengarkan pengarahan. Tidak perlu jauh – jauh untuk mencari tempat hunting. Kalian bisa mencobanya di sekitar tempat tinggal, baik itu pesawahan, lingkungan kampus, ataupun tempat lainnya. Yang terpenting adalah masalah waktu, pilih waktu di pagi hari dan juga menjelang malam. Di saat – saat tersebut merupakan kondisi yang sangat bagus untuk memotret.

Masih banyak lagi peralatan pendukung lainnya untuk menambah keindahan foto. Filter contohnya. Alat ini digunakan untuk menyesuaikan warna pada langit dengan tanah. Gambar akan mempunyai gradien warna yang menarik. Tidak lagi terlihat over maupun under. untuk fotografer pemula tidak harus memilki alat bantu lainnya. Cukup menggunakan alat yang sudah kalian miliki saat ini.





Scroll To Top