Travel Photography


Travelling Sambil Memotret  

Travelling sudah menjadi kebutuhan bagi setiap orang. Mereka rela menghabiskan uang demi bisa untuk menjelajahi tempat baru. Semua orang bisa untuk melakukannya. Tapi sebagian kalangan hanya akan melakukannya untuk bersenang – senang tanpa ingin mengeksplor lebih dalam mengenai kondisi yang sedang mereka kunjungi. Namun, tidak semua orang melakukan hal demikian. Sebagian orang lagi ada yang menjadikan travelling sebagai pelengkap dari hobi yang sedang mereka gemari. Travel Photography misalnya.

Travel Photography adalah kegiatan mengabadikan sebuah gambar di tempat baru. Kegiatan ini biasa dilakukan seorang diri tanpa mempunyai rombongan (Solo Travelling). Bukan hanya sekadar dokumentasi gambar yang dilakukan seorang Travel Photography, mereka juga memplejari adat, budaya, manusia, dan lokasi yang sedang mereka kunjungi.

Menjadi seorang Travel Photography bisa dilakukan oleh semua orang. Hanya berbekal tekad pun bisa untuk menjadi seorang fotografer perjalanan. Daripada menghabiskan liburan untuk membeli oleh – oleh, lebih baik digunakan untuk mengabadikan selembar foto di tempat yang berkesan. Kenangan yang ada pada setiap lembar foto akan menjadi bukti bahwa kalian sudah pernah pergi kesana. Berbeda dengan oleh – oleh yang hanya bertahan sesaat.

Di setiap destinasi wilayah, mempunyai keberagaman yang berbeda – beda. Mulai dari kebiasaan, masyarakat, pekerjaan, ataupun pemandangan. Belajar tentang semua hal baru menjadikan tantangan dan semangat untuk pergi ke suatu tempat. Selepas itu semua, kalian bisa menceritakan sedikit kisah perjalanan yang kalian peroleh di sana. Hal ini justru lebih berkesan daripada yang lainnya.

Manfaatkan Setiap Momen 

Dalam dunia foto, elemen terpenting yang harus ada adalah mengenai pencahayaan yang baik. Untuk bisa mendapatkan cahaya yang baik, kalian sebaiknya mengetahui waktu yang tepat berburu foto. Pagi hari dan menjelang malam merupakan momen yang pas untuk bisa mendapatkan pencahayaan yang tepat. Ini berarti jika kalian ingin menjadi seorang fotografer perjalanan, datang lebih pagi dan pulang setelah matahari terbenam harus kalian laksanakan. Di waktu – waktu tersebut kalian lebih leluasa untuk bisa menemukan tempat – tempat terbaik tanpa  ada kerumunan orang banyak.

Mereka (Fotografer) sering menyebutnya dengan istilah "jam emas". Waktu ini adalah dimana pencayahaan datang dengan gradiasi warna yang sesuai. Sunrise dan sunset contohnya. Hindari untuk memilih waktu di siang hari ketika hendak memotret, lebih baik kalian gunakan untuk istirahat atau mencari referensi mengenai spot yang kalian kunjungi. Siang hari adalah waktu dimana pencahayaan mengalami over daylight, kalian membutuhkan filter untuk bisa meminimalisir cahaya yang masuk.

Menjadi seorang fotografer perjalanan, tentunya kalian sangat asing dengan tempat yang ingin di kunjungi. Kalian perlu untuk bertanya kepada rekan kalian atau mencari referensi lain terkait spot yang akan dikunjungi. Bertatap muka dengan fotografer lain juga perlu di lakukan, ini akan membuat wawasan kalian semakin luas. Kalian juga mampu untuk menciptakan inovasi – inovasi yang lain. Fotografer perjalanan biasanya mengguanakan GPS. alat ini sangat membantu ketika kalian kebingunan mencari tujuan.

Setelah dirasa cukup mengetahui mengenai tujuan. Kupas habis mengenai lokasi tersebut. Apa yang menjadi ciri khas lokasi itu, apakah bagus cuacanya jika kalian pergi di bulan – bulan tersebut, kapan tempat itu dibuka dan ditutup, serta kapan waktu yang tepat untuk bisa menemukan cahaya yang bagus. Menjadi perantau tanpa mempunyai pedoman sangat buruk untuk dilakukan. Berbeda jika semuanya sudah dipersiapkan sebelumnya, kalian akan bisa eksplorasi lebih dalam di tempat tujuan dan dapat menciptakan foto yang bagus.

Hindari Hal – Hal Berikut Ini Ketika Solo Travelling 

Menjadi seorang fotografer pejalanan tentunya akan melakukan semuanya sendiri. Untuk itu, perlu berinteraksi dengan masyarakat setempat agar bisa mengerti lebih jauh tentang lokasi tersebut. Bersikaplah santun kepada mereka semua, awali dengan sapaan yang lembut ketika memulai pembicaraan. Untuk pertama kalinya memang ada perasaan minder untuk bertemu dengan orang baru. Tapi ingatlah lagi, kalian ingin menjadi seorang fotografer perjalanan. Apakah pantas jika tidak berinteraksi dengna penduduk setempat.
Tidak perlu terlalu dalam mengenai topik pembicaraan, tanyakan saja dimana, kapan, berapa, tentang lokasi – lokasi yang ada di sana. Melalui interaksi tersebut, kalian bisa meminta izin kepadanya untuk foto bersama hanya sebagai tanda perkenalan. Ini adalah satu tahap dimana kalian sudah bisa mengenal penduduk setempat. Apakah bisa kalian melakukan ini jika belum mengerti sifat karakter mereka. Apakah mereka mau diajak berfoto jika belum berkenalan sebelumnya. Beberapa orang pasti akan menolak untuk melakukan semua itu tanpa mengenal satu sama lain. Ini adalah cara untuk mendapatkan teman baru di lingkungan baru.

Pedoman selanjutnya untuk menjadi  Travel Photography adalah mengerti tentang Rule Of Third yang ada pada kamera. Ini bisa membantu kalian menemukan sisi pengambilan yang menarik untuk di foto. Rule Of Third juga membantu kalian menyesuaikan frame gambar yang dihasilkan. Kesesuaian antara sisi samping dan kanan yang seimbang. Menambahkan beberapa objek akan melengkapi isi dari gambar kalian. Untuk bisa mencipatakan foto perjalanan yang bagus, tentukan elemen – elemen apa yang perlu ditambahkan dalam gambar, dimana angle yang tepat untuk bisa mengambil gambar seperti itu. Dengan begitu kalian tidak merasa kebingungan ketika hendak memotret.

Alat lain yang perlu disiapkan adalah tripod. Tripod berfungsi untuk mencegah terjadinya gerakan. Ruang tajam pada foto akan semakin lebih detil ketika menggunakan tripod. Tidak perlu membawa tripod yang bagus, bawalah tripod yang sekiranya tidak membebani saat perjalanan. Menggunakan tripod akan membantu kalian mengambil gambar dengan Shutter Speed yang lambat. Memotret sungai, langit, rasi bintang, tentu membutuhkan tripod dalam pengambilannya. Disinilah fungsi dari alat tersebut, foto kalian akan mempunyai ruang tajam yang luas.

Foto yang indah adalah foto yang berbeda dengan karya orang lain. kalian bisa untuk melakukan beberapa kali pemotretan dengan posisi yang berbeda. Foto pertama boleh diambil dengan mode potret, untuk foto kedua cobalah dengan teknik yang berbeda lagi. Mengambil gambar dengan meletakkan kamera di bawah, atau mengambil gambar dari sisi yang lebih tinggi. Berkaitan dengan itu semua, cobalah untuk mengambil gambar dengan bidikan dekat, menengah dan jauh. Dengan begitu, kalian bisa memilih gambar mana yang mempunyai hasil lebih baik. Jangan pernah bangga terhadap hasil foto yang baru kalian peroleh, cobalah terus menerus untuk bisa mengahasilkan yang lebih bagus dari sebelumnya.

Menambahkan objek yang ada di sekitar juga bisa dilakukan. Jika background yang kalian ambil adalah pemandangan, baik itu persawahan, pegunungan atau bangunan. Kalian bisa menempatkan beberapa bunga atau batu – batuan yang mempunyai kesan unik di dalamnya.

Seorang fotografer perjalanan harus bisa memaksimalkan waktu. Setaip momen yang terjadi adalah suatu hal yang berharga untuk dilewatkan. Jika kalian bepergian dengan rombongan, kalian belum tentu bisa memaksimalkan setiap waktu yang berlalu. Apalagi jika teman kalian tidak tertarik dengan fotografi, kalian akan merasa terbebani mencari waktu yang tepat untuk bisa menghasilkan foto yang bagus. jadi, sekali lagi. Fotografer harus bisa untuk memaksimalkan waktu.




Scroll To Top