Bisnis Fotografi Tidak Selalu Di Studio, Foto Booth Wisuda Bisa Kalian Coba Untuk Memulai Usaha

Memulai Bisnis Foto

Di era 90an untuk bisa mengabadikan momen penting harus benar – benar mempunyai media yang mumpuni. Apalagi foto, dulu harus pergi ke studio foto untuk bisa mencetak satu lembar gambar. Berbeda dengan saat ini, tidak butuh menggunakan alat yang canggih untuk bisa mengambil momen penting. Cukup menggunakan smartphone semua bisa diambil. Akan tetapi, profesi seorang fotografer masih menjadi nomor satu dan selalu dibutuhkan.

Fotografer selalu mempunyai ide – ide yang kreatif. Dari kemampuan yang mereka kuasai, ilmu fotografi bisa juga menjadi penghasilan tambahan buat mereka. Foto booth wisuda contohnya. Ini adalah bisnis yang selalu ada di lingkungan kampus. Bagaimana pintar – pintarnya seorang fotografer membuat display yang menarik perhatian bagi para wisudawan.

Untuk memulai usaha foto booth tidak banyak yang perlu disiapkan. Bahkan hanya dengan modal 1juta kalian bisa untuk menjalankan usaha ini. Peralatan seperti kamera, property wisuda, background foto, harus ada. Untuk pemula biasanya hanya menyiapkan peralatan seperti itu. Beda lagi bagi mereka yang sudah berpengalaman menekuni usaha ini. Mereka akan lebih menyiapkan semuanya dengan peralatan yang lengkap. Untuk kalian yang baru memulai usaha ini, tidak perlu gengsi atau takut. Semakin sering kalian melakukan semakin sering pula mengerti kekurangan. Dengan begitu akan melakukan perbaikan guna bisa menghasilkan.

Usaha foto booth selalu ada di setiap momen wisuda. Tidak heran, jika terdapat stand – stand yang sama dengan usaha yang kalian jalankan. Untuk itu, kalian harus mengerti terlebih dahulu berapa harga pasaran yang sudah ditetapkan untuk setiap kali pemotretan. Hal ini untuk bisa mencegah kecurangan dari usaha yang kalian jalankan. Berbeda jika stand foto hanya kamu yang mendirikan, mengenai harga kalian bisa memberikan patokan dengan bebas.

Harga yang diberikan untuk setiap kali pemotretan biasanya dikenakan Rp 150.000 dengan 3 foto cetak ditambah soft file foto. Harga boleh sama, mengenai fasilitas tentunya juga harus beda dengan yang lain. Bisa kalian melakukan beberapa kali pemotretan, setelah itu biarkan konsumen yang menentukan foto mana yang harus di cetak. Dengan begitu konsumen akan merasa lebih nyaman jika kalian berikan kesempatan tersebut.

Kalkulasi Profit Foto Booth  

Usaha foto booth tidak hanya dilakukan oleh fotografer saja. Banyak juga mahasiswa melakukan hal yang sama. Karena usaha ini tidak harus mempunyai skill fotografi yang lebih. Yang terpenting bagaimana kalian bisa memberikan tampilan background yang menarik. Selain itu gelar wisudapun biasanya dilakukan 2 – 3 kali setiap tahunnya di setiap perguruan tinggi. Bayangkan jika ada 10 wisudawan yang ingin di ambil gambarnya, 1.000.0000 sudah kalian dapat. Belum lagi jika mereka ingin mencetak dengan ukuran yang berbeda, kalian bisa memberikan harga yang lebih tinggi. Sungguh menjanjikan bukan? Ini mengapa usaha foto booth banyak digandrungi oleh mahasiswa. Tidak perlu modal besar untuk membuka usaha ini, namun penghasilan yang didapat bisa bisa mencapai puluhan juta.


Kalian juga bisa mengajak kerjasama dengan studio foto, jika dirasa masih belum berani untuk membeli peralatan  yang dibutuhkan. Hasil yang diperoleh bisa menggunakan sistem bagi hasil. Contohnya 60% untuk kalian, 40% untuk studio foto. Tapi resikonya, kalian harus benar – benar menjaga peralatan yang sudah diberikan untuk kalian. Tidak mau kan harus mengganti alat karena mengalami kerusakan. Bukannya untung yang kalian dapat malah mengeluarkan modal yang lebih.

Intinya untuk memulai usaha foto booth, kalian harus konsisten dalam menjalankannya. Di awal usaha kalian harus melakukan branding ke konsumen, bagaimana caranya usaha kalian ini bisa dikenal oleh publik. Setelah itu, berikan pelayanan yang bagus untuk konsumen. Misalnya memberikan bonus jika mengambil beberapa gambar secara langsung, atau memberikan pigura sebagai bonus tambahan. Dengan begitu kalian akan mudah dikenal oleh konsumen karena sistem pelayanan yang bagus.

Ingat juga mengenai pesaing yang juga melakukan usaha yang sama. Bagi kalian yang baru melakukan usaha foto booth wisuda ini. Biasanya mengenai harga tentang setiap cetak dan pemotretan sudah ada kesepakatan bersama. Ini memang sudah biasa dalam dunia bisnia. Jenis usaha yang sama, harus ada kesepakatan harga bersama. Ini untuk mencegah adanya kecurangan antara satu pedagang dengan pedagang yang lain.

Contoh Bisnis Foto

Saya ambil contoh, misalnya ketika kalian membuka usaha yang sama dan memberikan harga yang berbeda dengan yang lain. Daya tarik konsumen yang pertama adalah masalah harga. Jika kalian memberikan harga yang murah dari yang lain, otomatis pelanggan akan melirik ke usaha kalian daripada yang lain. Masalah besarnya lagi jika semakin banyak konsumen yang tertarik untuk melakukan pemotretan di stand foto kalian.

Pedagang – pedagang yang lain pasti akan merasa iri. Parahnya lagi jika mereka tidak terima dan bisa saja berakibat kekerasan antara kalian dengan pedagang yang lain. Untuk itu, kalian sebainya meminta izin kepada yang lain. Tanyakan, berapa harga yang diberikan untuk usaha tersebut. Sekalian jelaskan, jika kalian juga akan melakukan usaha yang sama.
Selain harga masalah lain yang harus kalian pikirkan adalah terkait tempat. Tidak sembarang tempat bisa kalian jadikan sebagai tempat usaha. Beberapa pedagang sudah ada yang mempunyai hak untuk menempati area – area tertentu. Ini karena sudah lamanya mereka melakukan usaha ini. Tugas kalian adalah, untuk menanyakan kepada petugas ataupun orang – orang yang menjaga daerah tersebut.

Meminta izin dengan sopan santun. Jelaskan maksud dan tujuan kalian. Biasanya kalian akan ditarik biaya untuk membuka usaha di wilayah tersebut. Namun pengalaman yang saya lakukan dari usaha foto booth ini adalah di lingkungan kampus. Jadi terkait harga dan tempat, saya hanya meminta izin di bagian umum kampus. Untuk mahasiswa kampus itu sendiri, harga yang diberikan juga berbeda dengan orang luar. Saya hanya perlu membayar sebesar Rp 50.000 untuk menyewa tempat usaha. Harga sekian sudah termasuk fasilitas stand yang diberikan kampus.

Yang terakhir jika semua masalah teknis sudah selesai. Selanjutnya adalah terkait konsumen. Ada yang mengatakan bahwa konsumen adalah raja. Pernyataan tersebut memang sangat benar. Kalian harus memberikan pelayanan yang bagus bagi setiap konsumen yang datang di stand foto kalian. Jelaskan secara detil mengenai usaha foto tersebut. Berapa harga yang kalian berikan. Adakah diskon jika mereka mengambil paket – paket tertentu.

Jangan sekali – kali memberikan pelayanan yang buruk. Jawab setiap pertanyaan yang dilontarkan mereka. Sebelum itu, kalian juga harus paham mengenai usaha kalian sendiri. Ini adalah pengalaman baru dari saya. Waktu membuka usah foto dulu, ada beberapa orang dari tim saya tidak mengetahui mengenai harga untuk setiap kali pemotretan. Otomatis akan kebingungan saat ditanya konsumen berapa harga tersbut. Akhirnya saya yang harus menangani konsumen tersebut, padahal tugas saya adalah bagian pemotretan. Ini adalah masalah internal. Untuk kalian, buatlah tim sebagus mungkin. Agar tidak ada miss komunikasi seperti ini.
   


Scroll To Top