Black And White Photography


Foto Hitam dan Putih  

Black and White fotografi adalah sebuah foto yang hanya mempunyai dua warna yaitu hitam dan putih. Fotografer memang sengaja untuk menggunakan dua warna tersebut. Ini karena warna hitam dan putih mempunyai arti sederhana namun tetap berkesan. Foto hitam putih sekilas terlihat seperti foto jaman dahulu, itu memang benar. Di balik itu, foto B/W mempunyai cerita yang mendalam. Jadi tidak hanya hasil hitam dan putih saja.

Jika kalian pernah menggunakan kamera analog pada jaman dahulu. Berarti kalian sudah mengerti tentang foto B/W. Foto hitam dan putih dimulai pada era kamera analog, hingga saat ini memotret hitam dan putih mulai dikembangkan lagi. Tidak akan pernah kalian menemui hasil dari foto B/W yang mempunyai pencahyaan yang lebih (over exposure).

Elemen yang ada pada foto hitam dan putih kebanyakan terdapat elemen seperti bentuk dan garis. Elemen tersebut dimasukkan untuk memberikan arti tentang foto. Sekaligus untuk mempermudah penikmat foto dalam memaknai maksud dari foto B/W. Inilah perbedaan yang paling mencolok dari foto B/W dari foto – foto yang lain.

Jika orang lain yang belum pernah mengerti tentang foto B/W. Mereka akan beranggapan bahwa foto B/W itu buruk, tidak mempunyai arti, dan terlihat biasa. Pernyataan tersebut hanya terucap bagi mereka yang belum mengerti foto B/W. Ciptakanlah sebuah foto B/W yang memukau, mereka akan mulai bisa untuk menghargai setiap foto.
Setiap hasil foto pasti mempunyai cerita yang berbeda – beda. Pasti ada sebuah pengorbanan yang ada dari selembar foto yang dihasilkan. Lakukan semuanya dengan serius tanpa ada perasaan mengeluh ataupun menyerah. Tidak ada seseorang yang bisa berhasil tanpa ada pengorbanan sebelumnya.

Hal pertama yang harus kalian lakukan adalah memilih obyek foto. Tentukan obyek apa yang ingin kalian potret. Hindari untuk memillih obyek foto yang mempunyai banyak warna. Ingatlah bahwa foto B/W hanya mempunyai 2 warna. Jika kalian mengambil gambar dari obyek yang mempunyai banyak warna, ini akan membuat obyek itu malah semakin terlihat aneh. Kesan yang ada pada foto akan hilang. Orang lain juga bingung untuk memahami foto yang kalian ambil. Pilihlah obyek yang sederhana, ini akan lebih tepat jika nantinya akan dijadikan foto B/W.
Jadi, obyek seperti apa yang bagus untuk dijadikan hitam putih? Yaitu objek yang mempunyai sejarah sudah lama, ataupun seseorang yang sudah tua usianya. Untuk bisa menentukan obyek foto. Pilihlah obyek foto yang mempunyai ketajaman pada kontras. Pasti akan bagus nantinya jika obyek tersebut dijadikan foto B/W.

Selanjutnya setelah memilih obyek. Kalian harus membayangkan sejenak mengenai objek foto tersebut. Sesuai tidak jika nantinya dijadikan foto hitam dan putih. Kalian bisa mencoba dengan memandang dari arah yang berbeda dari objek aslinya. Disini kalian belajar mengenai sudut yang bagus dari sudut yang asli. Pada akhirnya, foto B/W hanya mempunyai 2 warna. Jadi, jika kalian memiliki sudut yang sama dengan biasanya. Tidak bakal tercipta perbedaan dengan yang asli. Malah lebih baik di potret dengan mempunyai warna dasar daripada dijadikan foto hitam dan putih.
Jika diibaratkan pada kertas gambar. Foto B/W adalah seni melukis gambar pada bahan dasar yang mempunyai warna putih polos dan dilukis menggunakan tinta berwarna hitam pekat. Inilah beberapa hal yang harus kalian perhatikan ketika akan memotret foto B/W.

1.    Kontras
Semakin tajam obyek foto yang kalian hasilkan. Semakin mudah pula penikmat foto untuk mengerti maksud dari foto kalian. Foto B/W sangat mengutamakan ketajaman yang ada foto daripada aspek yang lain.

2.    Bayangan dan Tekstur
Kedua hal ini bisa didapatkan dengan cara memotret dari sudut yang berbeda. Jika ingin mendapatkan efek 3 dimensi. Cobalah untuk mengambil dari sisi samping atau yang lain.

3.    Tone
Usahakan untuk memberikan warna abu – abu pada obyek foto secara beraneka ragam. Tetapi tetap harus seimbang antara kedua warna hitam dan putih. Tidak ada yang kekurangan ataupun berlebihan.

Software Pendukung Foto B & W  

Sekarang ini banyak aplikasi edit foto yang bisa merubah dari foto berwarna menjadi foto hitam dan putih. Ini boleh saja dilakukan. ataupun jika kalian ingin menghasilkan dari pengambilan gambar langsung. Kalian bisa menggunakan alat tambahan seperti filter atau pemilihan mode monokrom pada kamera. Untuk editing foto B/W seperti ini caranya,

1. Pilih foto yang ingin kalian jadikan hitam dan putih. Snapseed adalah aplikasi edit yang bisa kalian coba.
2.    Pilih Black and White
3.    Pilih jenis filter
4.    Pilih adjustment
5.    Naikkan contrast secukupnya
6.    Turunkan shadow seperlunya
7.    Selesai

Format gambar serta kualitas dari gambar juga sangat berpengaruh ketika kalian ingin mengedit foto di Adobe Lightroom. Sebaiknya kalian memilih format RAW daripada JPG. Format pada RAW akan memberikan hasil yang bagus jika kalian ingin foto tersebut untuk di cetak. Sekaligus akan mempermudah kalian pada saat proses editing. Banyak aplikasi editing yang bisa kalian gunakan. Untuk kali ini, saya akan membagikan tips saat menggunakan aplikasi editing pada Adobe Lightroom,
1.    Lens Correction
Tidak semua lensa diketahui oleh Lightroom. Melalui aplikasi ini kalian bisa memasukkan kata kunci lensa apa yang kalian gunakan pada saat itu. Atau jika kalian menggunakan smartphone, boleh saja kalian memilih lensa yang tersedia pada Lightroom. Fungsi dari lens correction adalah untuk menghilangkan efek noise pada gambar.

2.    Global Adjustment (Highlight)
Untuk menghilangkan efek over exposure bisa kalian lakukan dengan mengarahkan tombol highlight ke arah kanan sekaligus menahan tombol Alt pada keyboard. Untuk melihat foto kalian over exposure atau tidak, bisa kalian lihat dari histogram pada layar.

3.    Shadow
Shadow adalah pilihan yang hampir sama dengan highlight. Hanya saja pada shadow adalah memberikan sedikit pencahayaan pada area yang terlihat hitam. Caranya adalah dengan menekan tombol Alt pada keyboard. Cara ini akan berhasil jika pada histogram warna biru sudah menghilang. Jika masih terdapat warna bitu, naikkan efek shadow lebih tinggi.

4.    Clarity
Secara harfiah, clarity berarti kejernihan. Menaikkan clarity akan membuat foto kalian semakin jelas. Naikkan clarity pada presentasi sebesar 30% saja, jangan lebih ataupun kurang. Semakin tinggi angka yang kalian naikkan, hasil foto kalian akan terlihat kurang bagus.

5.    Contrast
Kontras mempunyai fungsi sama pada clarity. Yaitu untuk memberikan ketajaman pada foto. Namun untuk kontras, sebaiknya hanya menaikkan hingga 20% saja. Semakin tinggi angka yang kalian gunakan, semakin gelap hasil foto kalian nantinya.

6.    Vibrance
Merk dan lensa tertentu kurang tepat dalam menangkap warna.Untuk mengatur vibrance bisa dilakukan dengan mengarahkan tombol ke kanan untuk menambahkan, sedangkan ke kiri untuk mengurangi.

7.    Saturation
Satu hal yang menjadi pembeda antara saurasi dan vibrance, yaitu terletak pada intensitas warna. Jika saturasi hanya memberikan perubahan pada cerah dan gelapnya suatu foto.

7 langkah diatas adalah langkah – langkah secara umum yang sering dilakukan seorang fotografer pada tahap editing. Namun semuanya tergantung pada selera masing – masing. Tidak ada hasil edit yang tidak bagus, semuanya tetap bagus.


Scroll To Top