Bobot Visual Komposisi Foto


Komposisi Foto

Dalam sebuah komposisi, biasanya ada hirearki elemen yang menarik bagi mata. Setiap elemen memiliki bobot visual. Elemen yang paling menarik adalah yang paling berat bobot visualnya. Elemen itu adalah titik fokus (focal point).

Fotografi bisa dikategorikan sebagai karya seni. Seni melukis cahaya. Yang namanya seni adalah bagaimana cara menciptakan sebuah karya yang bisa dinikmati oleh orang lain. Karya tersebut tidak hanya sekadar karya belaksa. Di dalamnya harus mengandung nilai artistik, sehingga orang lain dapat mengerti maksud dari karya tersebut.

Nilai artistik terbentuk karena adanya penggabungan beberapa unsur elemen. Elemen – elemen ini bisa berarti obyek yang berada di lingkungan sekitar. Jika hubungannya dengan fotografi, maka elemen – elemen pendukung itu bisa berarti garis, tekstur, maupun garis diagonal.

Bobot visual dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang dapat digunakan untuk memperkuat titik fokus dan menciptakan keseimbangan dalam foto. Berikut adalah beberapa konsep untuk membuat komposisi yang seimbang. Kecuali memang disengaja untuk menciptakan ketidakseimbangan, ketegangan dan keresahan. 

Wajah
Otak manusia terbiasa untuk melihat wajah dan mata terlebih dahulu. Jika ada wajah  pada foto, kemungkinan akan memiliki bobot visual lebih banyak daripada elemen lainnya.

Kontras
Mata kita secara alami tertarik menuju area kontras tertinggi dalam sebuah gambar. Ini bisa berarti area paling terang, area paling gelap, warna paling terang, dan lain – lain. Tergantung pada jenis pemandangannya.

Ukuran
Subyek yang lebih besar terasa lebih berat daripada benda yang lebih kecil. Namun, jika obyek yang lebih kecil memilki kontras yang lebih tinggi, mata kita mungkin melihatnya lebih dulu. Artinya, ukuran memilki bobot yang lebih ringan dibandingkan kontras.

Posisi
Benda yang ditempatkan jauh dari pusat akan terasa lebih berat. Obyek besar dalam adegan di dekat pusat foto dapat diseimbangkan oleh obyek yang lebih kecil yang ditempatkan lebih dekat ke tepi bingkai.

Kuantitas
Beberapa benda kecil dapat menyeimbangkan satu obyek yang lebih besar. Pengulangan obyek dapat juga digunakan.

Isolasi
Elemen yang terisolasi memiliki bobot visual yang lebih tinggi. Bayangkan sebuah kanvas putih kosong dengan satu titik merah di atasnya. Mata akan langsung melihat ke titik merah pertama karena tidak ada yang bisa dilihat.

Bentuk
Bentuk kompleks dalam adegan terasa lebih berat daripada bentuk sederhana. Manusia adalah bentuk yang kompleks, sehingga menempatkannya pada latar belakang berbentuk sederhana adalah cara mudah untuk membuatnya menonjol. Bentuk dan bidang mempunyai arti yang berbeda. Bidang adalah unsur yang mempunyai sisi panjang dan lebar. Bentuk merupakan unsur yang mencakup tentang panjang, lebar dan tinggi. Ada banyak jenis yang terdapat pada bentuk bidang, seperti bidang organis, bidang yang mempunyai sudut, dan bidang yang tidak teratur. 

Ruang Negatif
Ruang dalam fotografi bisa mencakup ruang dengan tatanan tiga dimensi dan dua dimensi. Tiga dimensi adalah bentuk tatanan yang penikmat foto bisa melihat dari segala sisi. Contohnya adalah ruang kelas, bangunan, gedung, dan ruang lainnya. Jika dalam dua dimensi, ruang bisa mencakup luas bidang kosong yang ada pada gambar. Terserah bagi kalian yang ingin menggunakan model tiga dimensi ataupun dua dimensi. Dalam fotografi, tidak ada aturan khusus yang menetapkan harus menggunakan dimensi tertentu.

Untuk bisa menghasilkan karya 2 dimensi, beginilah langkah – langkah yang harus kalian perhatikan:
1.    Melalui penggambaran gempal,
2.    Penggunaan perspektif,
3.    Peralihan warna, gelap terang, dan tekstur,
4.    Pergantian ukuran,
5.    Penggambaran bidang bertindih,
6.    Pergantian tampak bidang,
7.    Pelengkungan atau pembelokan bidang, dan
8.    Penambahan bayang-bayang.

Area luas ruang negative dapat menyeimbangkan obyek yang lebih kecil. Ruang negative pada dasarnya bertindak seperti bentuk besar. Banyaknya area kosong justru akan menarik mata menuju ke titik fokus.

Fokus
Obyek dalam fokus umumnya akan membawa lebih banyak bobot visual daripada yang tidak fokus. Ini adalah cara cepat dan mudah menarik perhatian ke titik fokus.

Cerah
Semakin cerah warnanya, semakin berat elemen akan terasa, terutama jika warnanya kontras dengan warna lain pada gambar. Mata akan langsung mengarah ke warna yang paling terang dan paling kontras dalam sebuah foto.

Tekstur
Tekstur menambahkan bobot visual sebuah benda di dalam foto. Tekstur lebih mampu menarik perhatian. Daerah halus akan terasa lebih ringan daripada yang memiliki banyak terkstur berat. Tekstur merupakan sifat permukaan sebuah benda. Ada 2 jenis tekstur yang terdapat pada foto, ada tekstur yang hanya dapat dilihat melalui penglihatan. Ada juga jenis tekstur yang bisa dirasakan dengan sentuhan. Fotografer biasa menyebut dengan istilah tekstur asli dan tekstur semu. 

Orientasi
Bobot visual yang lebih dalam bisa diperoleh dari sifat orientasi pada foto. Sebaiknya memilih sifat orientasi secara horizontal daripada secara vertical. Karena sisi orientasi secara horizontal mempunyai arti seolah – olah subyek foto terkesan seperti jatuh.

Komposisi pada dasarnya sama dengan Prinsip Seni. Yang namanya seni adalah bagaimana seseorang mampu untuk menyatukan sebuah elemen – elemen agar bisa dinikmati oleh orang lain. Tidak sembarangan elemen yang bisa dijadikan satu komposisi. Elemen seperi irama, bentuk, garis, merupakan unsur yang sering dijadikan satu kesatuan. Jika benar dalam melakukan penataan pada elemen – elemen tersebut, akan menciptakan kesan selaras atau saling berhubungan. Selaras atau saling berhubungan ini sering disebut dengan istilah seimbang atau balance. Sekumpulan dari elemen yang seimbang ini bisa dijadikan satu lagi menjadi satu irama atau ritme foto.
Jika dalam hal masakan. Komposisi bisa diartikan sebagai bahan. Jika bahan yang kalian siapkan tidak sesuai dengan masakan yang akan kalian buat, akan mempunyai rasa yang berbeda pula. Entah itu kurang manis, terlalu asin, bahkan bisa saja hambar tidak ada rasa yang tercipta. Komposisi itu akan lebih bagus jika masing – masing elemen tesusun secara seimbang, yang nantinya tidak terlihat biasa. Komposisi yang tersusun dengan benar, akan menciptakan suasana yang lebih hidup.

Jika kalian masih bingung terkait komposisi. Kalian bisa memperhatikan lingkungan sekitar. Elemen – elemen apa yang terdapat pada lokasi hunting. Pilihlah elemen – elemen tersebut yang seirama atau saling berhubungan. Setiap elemen terdapat porsinya masing – masing. Jangan pernah menggunakan satu elemen yang berlebihan. Jika kalian tidak menemukan elemen apa yang harus dimasukkan dalam frame, kalian bisa membuat elemen sendiri atau memasukkan unsur lain pada foto. Ini biasa disebut dengan istilah aksen foto. Jika kalian hanya menambahkan satu aksen saja pada satu frame foto. Ini berarti satu aksen tersebut yang akan menjadi point of interest (titik yang menarik perhatian).

Scroll To Top