Bulb Photography

Bulb Fotografi 

Kegiatan foto memfoto pada saat ini sudah sangat marak dilakukan oleh masyarakat umum. Entah itu yang melakukannya untuk pekerjaan utama, sampingan, atau hanya sekadar hobi agar bisa diunggah di sosial media. Dari kegiatan seperti itu, barulah muncul teknik – teknik fotografi untuk meningkatkan skill dari fotografi itu sendiri. Teknik yang baru muncul adalah memotret cahaya pada malam hari (Bulb Fotografi).

Long Exposure atau yang sering dikenal dengan Bulb adalah sebuah mode dalam kamera, yang memungkinkan untuk mengatur bukaan rana secara manual. Selama tombol shutter speed pada kamera masih ditekan, maka kamera tidak akan tertutup. Hal ini, membuat cahaya terus masuk ke dalam kamera. Teknik ini menggunakan medium cahaya yang bergerak untuk membuat foto ini menjadi lebih artistik.

Objek yang digambarkan, nantinya akan membentuk suatu garis seperti sinar laser atau gambar yang berbentuk dari sumber cahaya yang digunakan. Teknik ini berasal dari efek natural, seperti lampu kendaraan di jalanan. Sehingga menghasilkan bentuk secara tidak sengaja yang berasal dari cahaya tersebut.

Perlu diketahui Bulb adalah teknik foto menggunakan shutter speed yang sangat lambat. Karena speed yang lambat akan mengakibatkan foto rawan shaking atau tidak fokus. Kamera akan sangat sensitif terhadap getaran. Teknik ini bisa dikatakan susah susah gampang. Settingan utama yang harus kalian tetapkan adalah pada Shutter Speed. Hasil dari Bulb akan bergantung dari seberapa tepat kalian mengatur Shutter Speed pada kamera. Shutter Speed yang diatur harus menggunakan slow speed. Karena ini dilakukan pada malam hari dengan kondisi cahaya yang kurang. Jika ingin mendapatkan hasil yang pas sesuai dengan Bulb. Maka kalian harus setting kamera dengan shutter speed paling lambat.
Aturan Shutter Speed pada kamera kebanyakan paling rendah adalah pada angka 30 detik. Jika kalian ingin belajar Bulb, maka kalian harus mengatur Shutter Speed dibawah 30 detik. Sebaliknya, jika menggunakan shutter speed cepat disebut dengan teknik Freeze. Yaitu teknik menangkap pergerakan obyek yang sangat cepat.

Hasil yang akan terlihat jika kalian melakukan pemotretan pada lalu lalang kendaraan saat malam hari. Lampu cahaya dari kendaraan bermotor tersebut akan di rekam kamera jika kalian mengaturnya pada mode Bulb. Ini memang tindakan yang sengaja dilakukan oleh seorang fotografer. Fotografer ingin menunjukkan kecepatan cahaya yang mampu diambil gambarnya oleh kamera.

Intinya, mode bulb adalah mode dimana kalian bisa merekam kecepatan cahaya pada saat itu. Semakin lama kalian menekan tombol Shutter pada posisi Bulb, semakin jelas pula hasil yang akan kalian peroleh. Dan sebaliknya, semakin sebentar kalian menekan tombol shutter hanya sedikit pencahayaan yang akan terekam oleh kamera.

Jika kalian bosan dengan lokasi pengambilan gambar dengan teknik Bulb. Boleh saja kalian bermain dengan menggunakan pencahayaan sendiri. Fotografer biasanya menggunakan lampu senter untuk bermain teknik Bulb. Melalui lampu senter ini, akan dibuat sebuah tulisan ataupun kreasi yang lain. Tulisan cahaya ini disebut dengan istilah Light Painting. Tergantung dari kreasi kalian masing – masing.

Selain teknik light painting, Kalian juga bisa menggunakan bulb untuk foto pemandangan (landscape) dan kembang api (fireworks). Istilah yang ada pada foto landsacep berbeda lagi, bukan Bulb namun lebih sering disebut dengan istilah Long Exposure.
Oleh karena itu, sebelum memotret siapkan alat bantu agar kamera bekerja dengan stabil, tanpa ada shaking atau handuk shake, alat yang di butuhkan, yaitu:

1.    Tripod,
Digunakan untuk dudukan kamera agar tidak shaking. Sebelum memasang tripod, perhatikan terlebih dahulu bentuk tanah yang akan dipijaki, apakah sama rata atau tidak rata.
2.    Remote shutter release (remote control).
3.    Lensa
hindari menggunakan lensa tele 70-300 mm. Sebelum pemotretan, buatlah konsep yang matang dan usahakan carilah objek, pencahayaan serta floorplan yang sesuai dengan konsep.

Pemilihan waktu untuk melakukan bulb secara umum pada malam hari. Tetapi saat subuh atau menjelang malam adalah waktu yang sangat tepat untuk melakukan bulb. Karena akan mendapatkan awan yang lebih indah. Apabila memilih waktu di siang hari carilah lokasi yang minim cahaya, tidak terkena matahari langsung, dan gunakan filter CPL untuk meredupkan cahaya yang masuk.

Langkah  - Langkah Dalam Pengambilan Bulb

Berikut adalah langkah-langkah setting kamera untuk melakukan teknik Bulb :
1.    Pasang tripod pada posisi yang kuat. Pasang juga kabel release.
2.    Putar mode hingga mengarah pada pilihan manual (M)
3.    Atur shutter speed kamera hingga mode bulb.
4.    Setting diafragma ke bukaan f9 atau lebih besar.
5.    Gunakan ISO serendah mungkin.
6. Jika memotret lintasan jalan raya, sebaiknya pilihlah waktu dimana masih banyak kendaraan yang lewat dan usahakan kedua lampu kendaraan terlihat.
7.  Setelah mendapatkan obyek foto, kalian bisa langsung menekan tombol shutter dengan posisi mode bulb. Jangan lepas sampai waktu yang diinginkan. Jika tidak memiliki remote shutter, maka cukup tekan tombol shutter kamera dengan cara yang sama yaitu jangan lepaskan jari. Tetapi tanpa bantuan remote bisa berpotensi terjadinya shake atau getaran oleh tangan yang dapat menyebabkan hasil gambar blur keseluruhan.
8. Terus ulangi pemotretan sampai mendapat hasil foto yang bagus dan sesuai dengan keinginan.

Disarankan nilainya disetting 10 detik, agar jeda antara kalian menekan tombol shutter secara penuh sampai kamera mulai memotret objek semakin lama. Sehingga meminimalkan guncangan pada kamera saat kalian menekan tombol shutter. Pilih obyek yang akan kalian ambil gambarnya. Setelah mendapatkan obyek tersebut mulailah untuk menekan tombol shutter. Jika ingin mendapatkan fokus yang tajam, ubahlah settingan dari manual fokus pada Switch Auto Fokus.

Ubah nilai Shutter Speed sesuai yang kalian inginkan misalnya 10 detik atau lebih (di sinilah kalian melakukan eksperimen). Akan ada banyak trial & error saat pertama kali mencoba sampai kalian menemukan nilai Shutter Speed yang tepat (bergantung pada foto seperti apa yang ingin kalian hasilkan).

Tidak semua settingan Shutter Speed akan sama ketika kalian memotret pada kondisi yang relatif sama. Jadi pada intinya, pada tahapan ini bergantung pada kreativitas dan keinginan kalian masing-masing. Arahkan kamera pada obyek yang akan kalian ambil gambarnya, setelah itu tekanlah tombol shutter. Mungkin akan diperlukan waktu beberapa puluh detik sampai foto berhasil diproses.

Biarkan kamera melakukan tugasnya, silahkan tunggu sampai selesai. Agar kamera bisa bekerja dengan baik, jangan sekali – kali mematikan kamera kalian. Jika hasilnya masih kurang sesuai dengan keinginan kalian. Kalian bisa mengatur Diafragma dengan bukaan yang berbeda – beda. Ataupun memainkan Shutter Speed pada angka yang berbeda pula. Ini untuk mendapatkan hasil yang lebih bagus.




Scroll To Top