Cityscape Photography


Memotret Bangunan Kota  

Dalam arti sederhananya cityscape adalah teknik pengambilan foto pada bangunan kota. Seorang fotografer ingin menunjukkan keindahan arsitektur atau tata letak kota melalui sudut pandang kita untuk viewer. Biasanya fotografer mencari bangunan kota yang mempunyai tampilan yang tinggi untuk mempercantik foto cityscape itu sendiri. Misalnya dengan memotret dengan angle yang tinggi (rooftop suatu gedung yang tinggi).

Cityscape fotografi tidak hanya dilakukan pada saat malam hari. Saat kondisi daylight sekali pun kalian tetap bisa melakukannya. Atau pada saat kondisi blue hour. Warna juga tidak menjadi acuan pada Cityscape fotografi. Semua tergantung pada selera masing – masing. Jika ingin menghasilkan gambar black and white tidak masalah.

Cityscape bisa dilakukan dengan mengatur kamera pada posisi manual setting. Alangkah baiknya jika kalian mempunyai kamera dengan kemampuan dynamic range. Apa yang dimaksud dynamic range? Ini adalah sebuah teknik untuk menggambarkan rentang intensitas cahaya mulai dari shadow tergelap hingga highlight tercerah. Teknik ini mengatur bagaimana kamera mampu mengangkat shadow tergelap dan menurunkan daylight yang terang dalam satu frame foto.

Selanjutnya adalah lensa kamera yang digunakan. Sebenarnya tidak ada batasan mengenai lensa apa yang harus digunakan ketika memotret gedung. Dengan lensa kit 16-55, lensa wide  10-24 dan lensa fishey 8mm lebih tepat digunakan untuk memotret cityscape. Lebih disarankan untuk menggunakan lensa wide, karena lensa ini memliki kemampuan untuk menangkap objek sangat luas. Sehingga akan lebih nampak lingkungan di sekitar bangunan kota.

Peralatan selanjutnya yang perlu dibawa adalah Shutter Release. Ini berlaku jika kalian mengambil gambar pada saat malam hari. Untuk bisa menangkap efek dramatis dari awan ataupun lalu lalang lampu kendaraan, kamera harus di atur dengan slow speed. Ini fungsi dari Shutter Release yang kalian bawa. Setiap gerakan yang terjadi pada kamera akan menimbulkan efek blur pada gambar. Self timer hanya berlaku bila kalian memotret dengan exposure di bawah 30 detik.

Jika dirasa masih belum puas terhadap efek dramatis yang sudah dihasilkan. Kalian bisa menambahkan filter. Memakai filter juga digunakan sesuai kondisi yang sedang terjadi. Apabila kalian ingin memotert Cityscape pada siang hari, kalian akan membutuhkan bantuan filter untuk bisa melakukan teknik long exposure di siang hari. Beberapa filter yang bisa kalian gunakan saat memotret Cityscape
1.    ND Filter
2.    GND Filter
3.    Reverse GND
4.    NISI (Natural Night Filter)

Untuk filter NISI ini difungsikan untuk meredam polusi cahaya pada malam hari dan berguna juga untuk meredam highlight lampu yang ada pada gedung.

Fungsi dari filter adalah untuk meminimalkan cahaya highlight dan polusi pada gedung. Namun, bukan berarti kalian harus menyiapkan filter ketika hendak memotret Cityscape. Banyak alasan mengapa fotografer harus menggunakan filter. Intinya hanya bagaimana kalian ingin memanfaatkan filter itu untuk tujuan artistic foto kalian.
Mengapa seorang fotografer menerapkan teknik long exposure pada siang hari ataupun malam hari? Karena mereka ingin mendapatkan efek awan seolah – olah ditarik. Bisa juga untuk menghilangkan aktivitas orang – orang yang sedang berjalan di sekitar area. Menciptakan foto air yang halus seperti kaca juga bisa dihasilkan dari teknik long exposure. Kalian harus menentukan terlebih dahulu, efek seperti apa yang ingin kalian hasilkan. Setelahnya peralatan apa yang harus dipersiapkan.

Prinsip memotret Cityscape tidak berbeda dengan memotret landscape nature. Kalian harus bereksplorasi dengan komposisi dan exposure. Menyeleksi obyek yang benar – benar menarik untuk diabadikan adalah aspek yang penting. Selain itu, menentukan komposisi yang menarik juga menjadi tantangan tersendiri. Hal – hal teknis yang perlu diperhatikan dalam Cityscape Fotografi hanyalah mengeani highlight dan detail. Hindari untuk menghasilkan foto yang mempunyai over daylight dan gambar harus mempunyai detail serta ruang tajam yang menyeluruh.

Memotret di pagi hari atau siang hari akan selalu menjadi momen yang paling bagus, dimana cahaya pada saat itu mempunyai gradiasi warna yang sempurna. Akan tetapi, kalian harus melakukan survei terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Ini juga akan menentukan kalian lebih baik memotret di pagi hari atau sore hari. Sore hari adalah waktu yang paling bagus daripada yang lain. Karena pada waktu tersebut, kebanyakan lampu – lampu yang ada pada bangunan kota cenderung lebih banyak menyala di banding dengan pagi hari.

Teknik memotret Cityscape

1.    Komposisikan dan set posisi tripod kalian seaman dan senyaman mungkin.
2.    Gunakan manual fokus
3.    Set mode ke aparature priority
4.    AV (Aparature Value) yang terdapat pada kamera DSLR pada umumnya.
Mode ini digunakan agar kalian lebih mudah menentukan exposure dan biarkan kamera yang menentukan shutter speed untuk mendapatkan exposure yang pas.
5.    Tentukan F
Number atau aparature berapa yang ingin digunakan. Kalian bisa set dengan aparature f/8 – f/11. Kenapa? Karena di f number ini akan meminimalkan negative effect dari f number yang terlalu tinggi. Misalnya dust spot tidak akan atau minim terlihat di f number kisaran tersebut. Jadi hanya untuk meminimalisir editing nantinya.
6.    Set ISO
Terapkan ISO terendah yang ada pada kamera kalian. Ini untuk meminimalisir shake pada gambar nantinya.
7.    Selalu gunakan shutter release
8.  Ukurlah exposure di daerah paling terang. Usahakan cahaya tidak over exposure di foto kalian, istilahnya mettering jika pada kamera.

Cityscape Fotografi bisa dilakukan dengan teknik single frame. Fotografer biasanya lebih suka untuk memotret dengan kondisi under 1 stop. Walaupun dengan single shot akan sangat sulit bagi kamera dengan dynamic range yang rendah untuk merecover highlight ataupun shadow yang terlalu under. Inilah fungsinya untuk survei lokasi terlebih dahulu sebelum memotret. Tentukan waktu dimana cahaya masih cukup untuk menerangi objek. Sehingga sewaktu kalian memotret under 1 stop, pada bagian shadow masih bisa untuk diangkat.
Memotret bangunan gedung hampir mirip dengan memotret landscape. Apabila kalian ingin mendapatkan exposure yang pas maka kalian akan mengalami kesulitan yang berakhir pada editing. Yang menjadi pembeda dari landscape adalah karena pada Cityscape terdapat gedung yang memungkinkan terkena distorsi. Maka kalian harus mengkoreksi distorsi pada gedung tersebut. Untuk bagus tidaknya terkait distorsi atau tidak, tergantung pada selera viewer. Karena yang pasti kalian sebagai fotografer tidak akan bisa menyenangkan semua orang.

Tips untuk memotret cityscape

1.    Carilah subyek yang menarik untuk di foto
2.    Cari komposisi yang menarik antara foreground, midground dan background
3.    Cari angle yang jarang dilihar orang (misalkan dari atap gedung yang lumayan tinggi)
4.    Sisakan space untuk cropping
5.    Usahakan pada waktu memotret garis horizon sudah lurus
6.    Pilih waktu yang tepat untuk memotret Cityscape
7.    Gunakan exposure yang tepat
8.    Gunakan timer atau remote shutter

Scroll To Top