Depth Of Field (Ruang Tajam)


Depth Of Field

Secara harfiah, kata Depth of Field berarti kedalaman bidang. Definisinya adalah efek visual yang dihasilkan melalui pengaturan diafragma sehingga menciptakan ketajaman pada hasil foto. Depth of  Field (DoF) terbagi menjadi dangkal (shallow) DoF dan dalam (deep) DoF. Shallow DoF adalah foto dengan bidang tajam pada subyek dan buram pada latar. Istilah lainnya adalah bokeh. Sedangkan Deep DoF adalah foto yang tajam pada seluruh bidang. Baik sumber maupun latar.

DOF juga bisa diartikan sebagai bentuk ketajaman secara menyeluruh dari foto atau gambar. Ketajaman ini bisa berada pada subyek utama maupun background di belakang. Ada 2 istilah mengenai DOF pada kamera, yaitu Shallow Depth of Field dan Deep Depth of Field. Shallow yang artinya dangkal dan Deep yang berarti dalam.

Shallow disini biasanya hanya terdapat beberapa area yang mempunyai ketajaman sempurna, sedangkan di beberapa area lain kurang mempunyai ketajaman yang jelas. DoF Shallow sering digunakan untuk genre Potrait atau foto model. Karena ingin menunjukkan subyek utama pada foto dan background belakang kabur.

Sedangkan Depth of Field Deep adalah ketajaman gambar yang didapat secara luas, hampir semua area foto mempunyai ketajaman yang sama. Mode Deep ini sering digunakan untuk genre foto landscape. Tidak mungkin dalam foto pemandangan, namun masih terdapat beberapa area yang mempunyai ruang tajam kurang.  

Membuka diafragma yang lebar akan menciptakan shallow DoF (DoF dangkal). Misalnya f/1.8. sedangkan menutup diafragma sesempit – sempitnya akan menciptakan deep DoF. Misalnya f/22. Shallow DoF juga bisa dihasilkan dengan cara memanjangkan focal length lensa dan mendekatkan lensa pada subyek.
Untuk bisa memaksimalkan Dof pada kamera ada beberapa aturan yang harus diperhatikan.
1.    Diafragma
2.    Focal Length
3.    Jarak

Diafragma
Jika ingin mendapatkan ruang tajam dalam beberapa area saja, kalian bisa mengatur diafragma dengan bukaan besar. Pilih angka terkecil yang ada pada kamera kalian. Sebaliknya, jika ingin mendapatkan ruang tajam secara sempurna, pilih angka antara f/8 hingga f/22.

Focal Length
Depth of Field sangat dipengaruhi oleh panjang pendeknya lensa yang kalian gunakan. Semakin pendek lensa kalian, semakin besar pula DoF pada kamera. Pada lensa telezoom, seperti 18-55 mm (lensa kit kamera DSLR) dengan f/3.6-5.6, maka DoF terluas f /5.6 bisa didapat ketika lensa sama pada posisi terpendek, yaitu 18 mm, sebaliknya Dof tersempit didapat pada saat lensa terulur maksimum pada 55 mm (f/3.6).

Jarak
Seberapa dekat atau jauh jarak kalian terhadap subyek foto akan mempengaruhi ketajaman pada foto. Untuk bisa mendapatkan hasil tajam secara penuh, kalian bisa mengatur posisi dengan subyek dengan jarak yang cukup jauh. Sedangkan untuk mendapatkan hasil yang tajam pada subyek utama, kalian bisa mendekatkan kamera pada subyek tersebut. Tergantung bagaimana hasil yang ingin kalian dapatkan.

Depth of Field sangat penting pada hasil foto kalian nantinya. Jika foto kalian mempunyai ketajaman yang tidak sesuai, foto tersebut terlihat aneh untuk dilihat. Contoh ketika kalian ingin memotret pemandangan. Foto landscape harus mempunyai ketajaman secara menyeluruh, usahakan untuk tidak ada area yang masih blur. Untuk bisa mendapatkan hasil seperti itu, kalian harus mengatur lensa ataupun focal length pada posisi yang sebenarnya.

Sebaliknya jika kalian memotret foto makro atau model. Kalian harus memberikan ketajaman hanya pada subyek foto. Area – area kosong yang lain bisa dibuat kabur. Hal ini unutk mempermudah penikmat foto dalam melihat hasil karya kalian. Selain itu pula, foto kalian akan mengandung nilai artistik juga.

Tombol DoF bisa kalian temukan pada bagian body kamera. Namun tidak semua kamera terdapat tombol DoF. Tergantung dari jenis kamera yang kalian gunakan. Fotografer sering tidak memperhatikan tombol DoF Previewnya. Padahal tombol tersebut sangat penting untuk digunakan. Terlebih jika kalian menggunakan bukaan lensa yang besar. Tombol DoF preview akan membantu kalian dalam menentukan letak ketajaman pada area foto.

Fungsi dari tombol DoF Preview adalah untuk memberikan sedikit gambaran sebelum foto itu diambil. Apakah sudah sesuai dengan hasil yang diinginkan ataukah belum. Ketika kalian ingin memotret dengan bukaan lensa besar. Menu viewfinder pada kamera tidak mungkin akan memperlihatkan hasil kalian seperti apa. Area mana saja yang akan mendapatkan hasil blur tidak akan muncul pada menu viewfinder. Disinilah pentingnya  menggunakan tombol DoF Preview.

Mengatur Depth Of Field

Gambar yang nampak pada DoF Preview akan memperlihatkan hasil yang mempunyai ketajaman sesuai dengna diafragma yang kalian atur. Berikut langkah – langkah dalam mengatur DoF Preview pada kamera,
1.  Kalian pilih menu setting pada kamera, setelah itu ubah pengaturan tersebut menjadi aperture priority (AP)
2.  Setelah mengubah pengaturan tersebut, cobalah untuk mengatur diafragma pada kamera kalian. Pilih bukaan lensa terbesar, atau mengatur pada angka terkecil (f/2.8).
3. Selanjutnya, pada tombol shutter bisa kalian tekan tombol Depth of Field. Disamping itu, kalian bisa sambil melihat viewfinder. Apakah sudah sama DoF dengan viewfinder kalian.
4.  Untuk bisa membandingkan hasil, kalian bisa mengubah angka pada aperture. Semisal dari angka f/3.5 cobalah untuk mengubah pada angka f/4. Jangan lupa untuk tetap menekan tombol DoF preview.
5.  Yang terakhir kalian akan bisa melihat hasil foto sesuai dengan pengaturan DoF yang kalian pilih.
Ditambah lagi, kalian bisa melihat hasil foto yang sudah atau belum diatur Depth Of Fieldnya.
Kalian akan bisa lebih mengerti mengeani seberapa penting Depth of Field pada foto ketika kalian melakukan pemotretan pada genre makro atau portrait. Untuk genre yang lain sebenarnya juga sangat berpengaruh. Tapi untuk makro dan model, konsep DoF sangat diutamakan. Selain bermain pada DOF, kalian juga akan mengerti mengenai pengaturan pada aperture dan focal length.

Dengan sering melakukan hunting foto, kalian akan mudah mempelajari konsep DOF. Fotografi lebih mengarah pada praktik. Terus, jangan pernah puas terhadap satu foto yang sudah kalian hasilkan. Belum tentu foto yang kalian hasilkan akan dinilai bagus oleh orang lain juga. Masukan – masukan dari orang lain itulah yang bisa kalian jadikan bahan evaluasi kedepan. Jika yang ingin dinilai dari foto kalian adalah mengenai DoF, tanyakan saja pada mereka bagaimana ketajaman foto kalian. Apakah masih ada gambar yang mempunyai ruang tajam kurang, ataukah sudah sempurna. Tanyakan kepada orang – orang yang sudah berpengalaman di bidangnya. Mereka akan sangat senang jika harus menilai setiap karya. Ya, karena menilai itu sangat mudah daripada berkarya.

Itu adalah penjelasan mengenai seberapa penting menggunakan pengaturan Depth of Field pada kamera. Intinya dengan menggunakan DoF secara benar, kalian akan mendapatkan hasil yang lebih bagus. Diperhatikan lagi, hasil apa yang kalian inginkan, setelah itu barulah kalian bisa mengatur menu DoF sesuai dengan apa yang ingin kalian dapatkan.

Scroll To Top