Freezing Photography



Teknik Freezing 

Kata freezing terbentuk dari kata dasar freeze yang berarti beku. Freezing berarti membekukan. Dalam dunia fotografi, teknik freezing berlaku pada berbagai jenis foto. Bisa landscape, Human Interest, Still Life, Street dan lainnya. Teknik Freezing bisa disebut membuat sebuah foto lebih menggugah karena framatisasi dari pembekuan benda yang bergerak cepat. Misalnya, ait laut yang terpecah ketika membentur karang. Atau mengunci gerakan peselancar di atas gelombang.

Freeze adalah teknik membekukan sebuah obyek menjadi membeku. Teknik ini mengutamakan Shutter Speed dalam pengambilan gambarnya. Teknik ini diharuskan menggunakan kecepatan rana secara cepat. Jika kalian menggunakan mode slow speed atau kecepatan dibawah rata – rata, hasil yang kalian peroleh akan menjadi kabur atau kurang fokus.

Untuk bisa menggunakan teknik freezing membutuhkan pencahayaan yang bagus. Ini untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Jika kalian melakukan teknik freezing pada malam hari, freezing tidak akan bisa sempurna. Pasti ada hasil noise atau kabur. Jadi, cobalah untuk melakukan teknik ini pada pagi hari atau siang hari.

Caranya adalah, gunakan shutter speed 1/800, minimum. Setel aperture pada angka menengah, f/8 hingga f/11. Setel ISO pada 100 atau 400, tergantung kecerahan cuaca. Namun, lebih baik jika ISO disetel auto. Metering mode ang dianjurkan adalah adalah center weighted average, agar keseluruhan bidang tertampil dengan cahaya merata. White balance disetel sesuai dengan selera.

Tekanlah tombol shutter setengah, untuk mengunci bidang fokus. Tekan penuh ketika POI bergerak pada posisi tertentu. Latihan terus menerus akan membuat kalian semakin bisa menggunakan teknik tersebut.

Tidak semua obyek dapat dilakukan teknik freezing. Obyek yang biasanya digunakan pada freezing adalah air. Air sangat mudah untuk bisa mendapatkan hasil freezing. Caranya adalah memilih diafragma dengan bukaan besar (f/3.2), ISO (200), dan juga shutter speed 1/8000. Tidak hanya air sebenarnya untuk mendapatkan hasil freeze. Memotret seseorang pada suatu kegiatan juga bisa untuk dilakukan. Contoh pada event suatu kegiatan olahraga, kalian dapat memotret ketika aksi dari sesorang ketika melakukan selebrasi atau kegiatan lainnya.

Teknik mendapatkan hasil freeze

1. Shutter Speed
Foto dengan background kabur terjadi karena kamera sudah di setting dengan bukaan lensa besar. Contohnya mengatur bukaan lensa dengan settingan f/2.3 hingga f/3.5. Sebaliknya jika kalian ingin mendapatkan hasil obyek yang membeku. Yang harus kalian setting adalah Shutter Speed. Jika dalam kamera kalian mempunyai fitur shutter priority malah semakin baik. Kalian bisa mengatur Shutter dengan angka 1/250 detik atau bahkan bisa lebih. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, ambillah beberapa gambar dengan settingan yang berbeda. Dengan begitu, kalian bisa membandingkan masing – masing foto. Masalah lain jika dalam kamera kalian tidak dilengkapi fitur shutter priority. Tidak perlu bingung, kalian cukup mengurangi angka pada ISO. Kurangi satu angka dibawah, sesuai dengan Shutter Speed yang kalian tetapkan.

2. Subyek
Untuk melakukan teknik freezing subyek adalah prioritas utama kalian. Agar hasil bisa maksimal. Kalian seorang fotografer cobalah untuk mengikuti setiap pergerakan yang terjadi pada subyek foto kalian. Ambil gambarnya ketika kalian sudah berada tepat di posisi yang paling pas (depan kamera). Karena dengan mengikuti setiap pergerakan pada subyek, kamera akan mengatur dengan sendirinya setiap pergerakan yang terjadi. Kalian akan memperoleh hasil yang tajam pada subyek sekaligus mendapatkan hasil kabur pada background belakang.

3. Long Exposure
Pencahayaan yang lebih lama merupakan hal yang jelas, tapi beberapa orang tidak menggunakannya secara efektif. Ketika kalian ingin menunjukkan suatu tindakan dalam gambar, gunakanlah shutter speed yang lebih pelan. Cara lain untuk menunjukkan pergerakan, yaitu dengan menggunakan shutter speed lebih lama pada sebuah tripod dan atur kamera kalian pada shutter yang mendekati jarak waktu 20 hingga 30 detik. Jika kalian berada di tempat yang ramai, beberapa orang pasti akan tetap diam di tempat dan yang lainnya bergerak. Benda lainnya yang tidak bergerak yaitu, seperti bangunan, jalan raya, pasar di pinggir jalan atau orang - orang tertentu akan menjadi fokus ketika sesuatu yang bergerak melewatinya. Teknik freezing adalah teknik yang berbeda dari teknik yang lain, kalian bisa mengetahui keramaian pada suatu lokasi menggunakan teknik freezing. Hanya dengan mengatur Shutter Speed kalian bisa membuatnya lebih kreatif.



4. Teknik Panning
Teknik lain yang hampir sama fungsinya adalah teknik panning. Namun pada teknik panning, bisa dilakukan ketika pencahayaan pada saat itu stabil dan tidak berubah – ubah. Shutter Speed yang biasa digunakan pada teknik panning adalah pada angka 1/15 hingga 1/30, setelah itu kalian harus mengarahkan kamera pada pergerakan obyek foto kalian bergerak. Dengan melakukan hal ini, subjek akan nampak lebih fokus dan latar belakang menjadi blur. Teknik panning memberi kalian Sudut pandang (Point View) dalam foto yang berbeda, daripada saat kalian menggunakan teknik pencahayaan yang lama.

Teknik ini menjadikan penyimak dari foto kalian akan merasakan jika mereka juga bergerak diantara subjek serta gambar tersebut juga di dominasi oleh mereka. Kalian juga dapat bermain dengan teknik panning dan mendapatkan efek yang berbeda. Sebagai contoh, kalian dapat menggunakan teknik panning pada kendaraan yang bergerak, hal ini akan memberi kalian efek yang lebih menarik daripada subjek yang hanya diam / tidak bergerak. Menggunakan teknik panning sambil bergerak dengan kecepatan yang sama pada subjek, memberi kalian kesan berbeda daripada menggunakan teknik panning dengan objek yang tidak bergerak pada sebuah kendaraan yang sedang berjalan.

5. Sinkronisasi Rear Curtain
Teknik berikutnya yang dapat menjadi pertimbangan dan menjadi kombinasi antara pencahayaan lama serta panning, yaitu pemanfaatan fungsi flash pada kamera kalian. Untuk memulainya, kalian harus memahami bahwa shutter tidak hanya memiliki satu curtain (lampu flash) tapi, memiliki dua curtain.  Untuk fungsi flash curtain adalah akan ditampilkannya pada sensor kamera sedangkan flash yang kedua untuk menutup keberadaan sensor tersebut. Intinya jika menggunakan flash curtain ini adalah antara flash tertutup dan flash terbuka. Ketika lampu flash yang pertama di buka, kamera akan menghubungkan cahaya dengan lampu flash tersebut. Ini berlaku jika kalian mengatur Shutter pada angka 1/100 hingga 1/200.

Lampu flash yang kalian gunakan pertama adalah untuk membuka sensor pada kamera. Setelah itu digunakan lampu flash yang kedua akan menutup dengan sendirinya. Bisa kalian pikirkan sendiri jika sebuah obyek yang masuk pada kamera dari sebelah kanan bukan dari sebelah kiri, setelah itu lampu flash akan menyala dan membuat gambar menjadi freeze. Pada saat shutter speed dibuka, latar foto akan menjadi kabur namun masih bisa direkam oleh kamera. Akhirnya, foto lingkaran tersebut terlihat seperti memiliki “jejak” di dalamnya, menghilangkan sesuatu yang ada di hadapannya. Sangat ganjil.







Scroll To Top