Fungsi Metering Pada Fotografi


Apa Yang Dimaksud Dengan Metering?  

Metering adalah ukuran dan standar yang ada pada kamera. Untuk bisa mengerti hasil kalian over exposure atau under exposure bisa dilihat dari metering kamera. Ini sangat bagus bagi kalian yang masih dalam tahap belajar foto. Metering sangat mempengaruhi hasil foto. Mereka yang baru mengenal fotografi dan langsung mengatur kamera pada mode manual. Akan bertanya – tanya kenapa hasil fotonya over atau under. Apa yang salah? Ini karena mereka tidak melihat metering. Metering pada kamera dibagi menjadi 3 jenis, yaitu :

a.    Highlight (terang)
b.    Midtone (menengah)
c.    Shadow (bayangan)

Metering digunakan untuk menganalisa banyak sedikitnya cahaya yang masuk pada kamera.. Jika dalam konteks pembangunan, metering digunakan untuk mengukur tinggi atau panjang suatu bangunan. Sedangkan dalam fotografi, metering adalah alat untuk mengukur cahaya yang lebih rumit dan sulit.

Selain untuk mengukur hasil, metering juga berfungsi untuk menentukan pula cahaya yang masuk dan keluar pada kamera. Bagaimana sebaiknya mengatur kamera pada saat pencahayaan yang lebih dan kurang bisa dilihat dari metering. Shutter speed, Iso, dan juga diafragma merupakan pengaturan yang bisa diukur melalui mettering. Alasan kenapa hasil foto yang under, over dan normal ini karena kalian pasti tidak memafaatkan fungsi dari metering kamera.

Sederhananya seperti ini. Ketika mata kalian dihadapi pada kondisi cahaya yang banyak, kalian akan merasa silau melihat sekitar. Lantas bagaimana caranya kalian menghadapi kondisi seperti itu? Pertama, mungkin kalian bisa menggunakan tangan kalian untuk menutupi mata, ataupun bisa dengan melihatnya dengan mata sipit. Kurang lebih seperti itulah sistem kerja dari meteing pada kamera.

Proses pengukuran dimulai ketika tombol shutter ditekan setengah. Lalu kamera akan membaca intensitas cahaya yang masuk. Metering bisa kalian lihat pada viewfinder, disimbolkan dengan tampilan seperti penggaris. Pengaturan yang sesuai akan nampak pada metering dengan angka 0. Akan salah, jika pergerakan itu berada pada posisi minus (under) ataupun plus (over).
Pengukuran tersebut dilakukan berdasarkan salah satu dari 4 mode yang tersedia ada setiap kamera. 
Dari keempat mode tersebut berbeda – beda cara penggunaannya. Pertama adalah mode spot yang digunakan untuk menganalisa banyaknya cahaya pada obyek yang berada di tengah viewfinder. Yang kedua adalah mode partial, perbedaannya hanya pada luas area yang mampu di raih oleh mode partial. Yang ketiga adalah mode center weighted average. Ini digunakan untuk menganalisa pencahayaan yang over di tambah pencahayaan yang under, setelah itu di rata – rata berapa cahaya yang masuk.

Yang terakhir adalah mode evaluative. Ini difungsikan untuk menganalisa pencahayaan dari kotak matrix yang menunjukkan kolom dan baris. Kekurangan dari mode spot dan partial adalah, jika kalian salah ketika menentukan obyek yang akan dianalisa pencahayaannya, akan salah pula cahaya yang dihasilkan nantinya.

Kekurangan yang ada pada mode center weighted jika obyek foto kalian mempunyai ukuran yang kecil, metering akan sulit untuk menganalisanya. Dan kelemahan dari mode evaluate tidak bisanya menganalisa jika terdapat area yang over maupun under.

Masing – masing mode memiliki kelebihan dan kekurangan. Oleh karenanya, tidak bisa kalian memilih mode mana yang pas atau lebih baik. Jika kalian masih baru membeli kamera, settingan awal yang ada pada kamera akan di atur pada mode evaluative atau matrix. Latihan terus menerus akan mengasah kemampuan memotret. Termasuk kemampuan untuk memilih mode metering yang tepat digunakan pada masing – masing peristiwa.

Kalian akan melihat hasil yang jelas dari metering jika pada kondis dimana obyek foto kalian mempunyai warna yang sangat bervariasi. Katakan saja ketika kalian menghadapkan kamera pada dinding. Cara kerja dari metering adalah dengan memantulkan kembali besar kecilnya cahaya yang masuk pada lensa.Kondisi ini cukup mudah karena hanya terdapat cahaya yang sama.

Kekurangan dan Kelebihan Metering Foto  

Saat kalian ingin memotret awan, metering akan mudah menganalisa cahaya yang ada. Karena pada awan hanya terdapat satu warna, yaitu biru. Namun, bagaimana jika kalian akan memotret pada saat kondisi terdapat warna selain biru? Ada beberapa area warna kunig. Disamping itu ada juga obyek lain yang mempunyai warna hijau. Lantas, bagaimana metering bekerja pada kondisi semacam itu?
Metering akan berusaha untuk mengambil rata – rata cahaya dari masing – masing objek foto. Pada umumnya, warna yang terdapat pada suatu obyek didominasi oleh 20% wara grey (warna abu - abu). Dengan pencahayaan seperti itu obyek tidak akan terlihat under maupun over. Jika terdapat obyek yang mempunyai banyak warna, metering akan menyatukan kumpulan warna tersebut.
Kalian akan mengerti perbedaan secara signifikan saat ingin memotret foto wajah teman kalian sendiri. Cobalah untuk menggunakan background di belakang dengan warna putih keseluruhan. Sistem kerja dari metering akan menjadikan wajah teman kalian menjadi under. Ini dikarenakan latar belakang mempunyai warna putih. Warna putih tersebut akan diganti oleh metering sebanyak 20% abu – abu (under).
Untuk bisa melihat sesuai tidaknya metering kamera kalian. Disarankan untuk tidak mengatur kamera pada mode auto exposure. Kalian sendiri harus mengerti kondisi yang tepat untuk dijadikan under, over, ataupun normal.

Pada umumnya, fungsi metering akan menempatkan obyek tepat di tengah frame foto. Jika kalian bisa menempatkan obyek yang pas, sistem kerja metering akan bagus pula. Atau kalian bisa meletakkan viewfinder yang menyesuaikan keberadaan dari objek foto. Sebelum memutuskan untuk menjepret, tekan shutter setengah untuk mendapatkan hasil fokus, setelah didapat, barulah kalian jepret.

Sistem metering sudah ada sejak lama. Jika kalian mempunyai kamera lama. Seperti kamera film. Kamera lama atau analaog adalah kamera yang menjadi salah satu mempunyai mode metering. Kalian tidak akan merasa kebingungan jika mampu menempatkan obyek dan pencahayaan yang pas. Metering akan melihatnya dari titik tengah.

Kalian akan mudah memahami jika sering melakukan pemotretan. Kamera yang kalian miliki saat ini digunakan untuk menghitung banyaknya cahaya yang ada. Jika obyek yang kalian pilih berada pada kondisi over exposure, dengan mudah kamera akan menghitung pencahayaan yang kurang tepat.
Metering akan bekerja sempurna jika kalian berada pada kondisi obyek foto mempunyai pencahayaan yang over sedangkan baclground nampak under. Foto siluet adalah contoh pencahayaan yang sempurna. Pada kondisi semacam itu, sistem kerja metering akan mengarah pada obyek foto, dan mengabaikan latar belakang foto.


Kalian boleh membaca lagi pedoman tentang kamera pada buku pedoman. Karena, setiap kamera mempunyai pengaturan yang berbeda pula. Hasil foto yang mempunyai pencahayaan under bisa diatur dengan memilih mode exposure kompensasi yang fungsinya memberikan pencahayaan sedikit lebih terang, antara 1 stop hingga 2 stop. Jangan lupa untuk selalu melihat tampilan histogram, dan sebaliknya. Hasil foto yang mempunyai pencahayaan over, mode expusre kompensasi bisa dipilih untuk meminimalisir pencahyaan.  



Scroll To Top