Mengenal Arti Tack Sharp


Mengenal Lebih Jauh Tentang Ketajaman Foto  

Dalam fotografi biasa dikenal dengan istilah Tack Sharp. Tack sharp adalah hasil foto yang memiliki ruang  tajam secara detil. Dalam satu frame akan terlihat sangat jelas setiap elemen yang ada. Tidak ada satu elemenpun yang mempunyai efek kabur. Hasil yang tajam juga menjadi pertimbangan bahwa foto kalian memang layak untuk dinikmati oleh orang lain. Untuk bisa memperoleh hasil demikian, hal sederhana yang harus kalian lakukan adalah sebisa mungkin menghindari gerakan pada kamera. Satu gerakan yang dihasilkan akan mempengaruhi gambar, sekecil apapun gerakan tersebut.

Untuk beberapa kondisi yang sangat bagus, tack sharp bisa mudah diperoleh. Untuk itu kalian harus pandai – pandai dalam memilih tempat pemotretan. Berkreasilah di setiap kondisi, temukan kondisi terbaik untuk mendapatkan foto tack sharp. Foto yang bagus adalah foto yang mempunyai kejelasan sangat dalam dari semua sisi.

Ini langkah – langkah yang harus kalian perhatikan agar bisa memperoleh hasil tack sharp,

1.    Memilih diafragma tertajam
Setiap lensa mempunyai diafragma yang berbeda – beda. Diafragma dengan bukaan lensa besar adalah pilihan yang bagus. Tidak semua lensa bisa mempunyai difragma dengan bukaan besar. Jika kalian mempunyai lensa fix, diafragma yang ada pada lensa itu bisa diatur hingga f/2.8 sampai f/2.6. Diafragma dengan bukaan lensa besar adalah aturan utama, sedangkan Shutter Speed dan ISO bisa diatur sesuai dengan keperluan masing – masing.

Kalian juga harus mengetahui kondisi di tempat pemotretan. Bukaan lensa terbesar tidak bisa diterapkan untuk semua situasi. Mencari kondisi seperti ini memang tidak mudah untuk ditemukan. Bukaan lensa besar bisa digunakan saat kondisi cahaya minim (under exposure) dan sebaliknya.

2.   Auto Focus
Auto fokus adalah mode dimana kamera kalian yang akan mengatur letak fokus yang tepat. Kalian tidak perlu bingung mengatur fokus. Biarkan kamera kalian yang bekerja, kalian hanya mengarahkan pada obyek yang akan dijadikan fokus. Jika ingin memilih fokus pada satu obyek, pilihlah mode auto fokus single point. Ini berarti fokus yang akan kalian peroleh hanya satu, sedangkan area yang lain akan mendapatkan efek kabur. Untuk melakukan auto fokus bisa dilakukan dengan menahan setengah tombol Shutter, setelah didapat fokusnya barulah kalian potret.

3.    ISO
Entah itu Shutter Speed, Diafragma, ataupun ISO. Setiap kali angka yang kalian ubah akan mempengaruhi hasil. Memilih ISO kecil baik digunakan saat kondisi cahaya over. Sedangkan ISO besar baik digunakan saat  kondisi under. Fotografer sering menggunakan ISO 100 hingga 200 agar bisa memperoleh tack sharp pada fotonya. Perlu diperhatikan pula, bahwa semakin besar ISO yang kalian gunakan, semakin besar pula efek noise yang aka nada pada gambar. Jadi, sesuaikanlah dengan kondisi pada saat itu.

4.    Pilahan Lensa
Tidak hanya masalah fotoOrang yang tidak paham fotografi akan mampu menghasilkan foto yang bagus jika ditunjang dengan alat yang bagus. Sudah tidak heran jika itu dilakukan. Namun, akan lebih berkesan jika kalian bisa menciptakan suatu foto hanya menggunakan alat yang sederhana. Tidak perlu memaksa untuk bisa memiliki lensa foto. Tidak murah untuk bisa membeli lensa yang bagus, harga yang ditawarkan relaif mahal. Berkaryalah dengan peralatan yang kalian miliki saat ini. Sesuaikan dengan kebutuhan kalian, apakah perlu jika harus membeli lensa atau tidak. Dengan begitu, kalian tidak akan merasa dituntut untuk segera memiliki lensa yang bagus.
5.   Filter lensa
Apakah hasil akan bagus jika menggunakan alat tambahan seperti filter? Belum tentu jugaFungsi dari filter adalah untuk meminimalisir besarnya cahaya yang masuk. Menyesuaikan cahaya langit dengan cahaya tanah. Tapi itu tidak bagus jika digunakan pada tack sharp. Sisi tajam yang ada pada gambar akan semakin kurang jika menggunakan filter tambahan, sebaiknya kalian hindari jika ingin memperoleh tack sharp pada foto.

6.   Layar LCD
Pada kamera analog jaman dahulu, kalian tidak akan bisa melihat hasil foto yang sudah kalian potret. Mau tidak mau kalian harus mencetak gambar dahulu agar bisa melihat hasil. Berbeda dengan kamera digital saat ini. Tidak perlu mencetak gambar kalian sudah bisa melihat hasil foto. Ini adalah kelebihan dari kamera digital saat ini. Untuk melihat ruang tajam dari foto kalian, bisa dilakukan dengan menekan tombol zoom in pada kamera. Lihatlah setiap area pada gambar, masih ada atau tidak efek blur. Kalian bisa mengambil gambar lagi jika masih belum maksimal hasilnya.

7.   Tripod
Tentukan dimana kalian bisa memasang tripod dengan kuat tanpa ada gerakan sedikit pun. Meskipun kamera sudah berada pada tripod, jika terjadi gerakan yang tidak terduga pasti akan mempengaruhi hasil foto. Untuk itu, kalian harus memsang tripod pada kondisi yang kuat. Fotografer biasanya mencegah untuk menggunakan tripod pada posisi panjang. Mereka hanya menggunakan tripod sependek mungkin.

8.   Tripod yang lain
Jangan berkecil hati bagi kalian yang tidak mempunyai Tripod. Semua bisa terselesaikan jika kalian kreatif dan memanfaatkan lingkungan sekitar. Tempat pemotretan selalu dipenuhi dengan obyek yang bermacam – macam. Kalian bisa memanfaatkan obyek tersebut untuk dijadikan tripod. Jangan lupa untuk memilih lokasi yang jauh dari getaran sedikit pun.

9.    Remote Shutter
Sentuhan yang kalian lakukan ketika melepas tombol shutter juga akan mempengaruhi hasil. Meskipun hasilnya tidak terlalu besar, tapi pasti ada sedikit hasil yang akan terlihat kabur. Lebih baik kalian atur dengan self timer ataupun menggunakan remote shutter. Gunakanlah Remote Shutter untuk menghindari gerakan ini. Self timer sebenarnya sudah cukup jika tidak mempunyai remote shutter.

10.   Mirror Lock Up
Pernah mengetahui fungsi dari mirror lock up? Mirror lock up adalah pilihan dimana kalian akan melihat langsung hasil foto saat selesai pemotretan. Memang sangat baik, tapi menggunakan mirror lock up tidak baik jika hasil tack sharp yang kalin inginkan. Matikan saja fitur tersebut, melihat hasil gambar juga bisa dilihat melalui tombol preview pada kamera.

11.   Shutter Speed
Sama halnya dengan diafragma. Mengatur Shutter Speed pada angka yang tinggi akan meminimalisir efek getaran yang diterima. Kebanyakan orang menggunakan Shutter Speed pada angka 1/1000. ini dimaksudkan untuk mengurangi efek getaran yang diterima kamera.

12.   Burst Mode
Ini berguna jika kalian ingin mendapatkan banyak foto sekaligus dalam satu kali jepretan. Untuk pilihannya biasanya setiap kamera di atur dengan jumlah 10 foto untuk satu kali jepretan. Ada banyak menu pilihan yang terdapat di Burst Mode, sebaiknya kalian memilih continuous shoot. Jumlah tersebut tergantung dari masing – masing kamera.
                                                                      
13.   Unsharp Mask
Tahap terakhir jika masih belum puas terhadap kinerja kamera. Kalian bisa memprosesnya di editing. Ini untuk memberikan ruang tajam yang lebih sekaligus menjaga kontras foto agar lebih baik. Kalian bisa edit foto kalian pada photoshop. Cukup mudah untuk menggunakan photoshop. Kalian tinggal pilih menu filter – sharpen – dan terakhir pilih unsharp mask. Sebaiknya untuk memberikan presentase sebesar 100% untuk amount, 1.8 untuk Radiusnya dan angka 5 pada Threshold.

Demikian tips dari saya agar foto kalian memiliki ketajaman secara penuh. Terdapat banyak aspek yang harus dipertimbangkan agar foto kalian memiliki ketajaman yang menyeluruh. Intinya, hindari getaran yang terjadi. Sekecil apapun getaran tersebut.











Scroll To Top