Macro Photography

Fotografi Makro  

Jenis foto makro dilakukan dengan jarak sangat dekat untuk mendapatkan detil yang tinggi. Jika dalam laboratorium, kalian dianjurkan untuk menggunakan alat seperti mikroskop agar bisa melihat obyek yang berukuran kecil. Tetapi dalam fotografi tidak perlu alat semacam itu.. Pada umumnya hasil foto makro memiliki rasio 1:1. Yaitu besar gambar mimiliki ukuran yang sama dengan benda aslinya.

Pengaturan Kamera

a.    Gunakanlah lensa makro atau lensa biasa yang dibalik dengan bantuan reverse ring.
b.    Atur penyimpanan dalam fotmat RAW agar tidak kehilangan detil.
c.    Gunakanlah aperture antara f/7.1 hingga f/14 untuk mendapatkan ketajaman.
d.   Gunakan shutter speed antara `1/80 hingga f1/160 tergantung dari nilai aperture kamera.
e.    Gunakan ISO antara 100 hingga 400
f.     Gunakan picture style netral dan white balance auto.

Waktu Pemotretan

Waktu pemotretan disarankan ketika matahari bersinar lembut. Yaitu sebelum jam 8 pagi atau setelah jam 4 sore.

Arah Cahaya

Perhatikan arah datangnnya cahaya. Jangan sampai hasil foto menjadi siluet, kecuali memang diinginkan. Cahaya dari samping atau belakang akan membuat hasil foto lebih menarik. Bisa juga menggunakan tripod untuk membantu mengurangi guncangan.

Anjuran Memotret Serangga

a.    Dekati subyek dengan perlahan.
b.    Jangan gunakan parfum atau pewangi apapun agar tidak mengusir serangga.

Kalian bisa menggunakan lensa makro jika ingin memotret. Bukaan lensa yang ada pada model ini adalah sekitar 1 : 1 dan bisa saja lebih. Kalian boleh juga untuk menggunakan lensa selain lensa makro, mengingat lensa ini juga tergolong sangat mahal. Oleh karena itu, kalian dapat menggunakan alternative lain seperti menggunakan extension tube, reverse ring atau filter close up.

Berikut adalah cara – cara yang dapat ditempuh untuk mendapatkan foto makro dengan biaya murah

1. Cara pertama adalah dengan dengan filter close up. Filter close up adalah filter yang dipasang di depan lensa (seperti filter biasa) yang fungsinya seperti kaca pembesar yang berguna untuk mendapatkan pembesaran fokus yang diinginkan. Dengan cara ini walaupun tidak memiliki lensa makro, dengan lensa kit biasa juga sudah bisa digunakan untuk foto makro.
2.  Cara kedua alah menggunakan reverse ring. Sebenarnya cara kerjanya reverse ring ini sama dengan lensa yang dibalik.
3. Cara ketiga adalah dengan macro extension tube. Extension tube ini berbentuk seperti pipa yang dipasang di antara badan kamera dengan lensa. Tujuannya adalah untuk medapatkan jarak fous yang lebih dekat agar bisa fokus untuk memotret benda yang kecil. Gunakanlah aperture sempit.  Mengekseskusi foto makro biasanya dilakukan dengan jarak yang sangat dekat. Ini dimaksudkan agar kalian bisa menghasilkan gambar yang sangat tajam pada obyek foto. Untuk mendapatkan ruang tajam yang lebar, kalian bisa megaturnya dengan diafragma f/8. Cobalah untuk tidak menggunakan ISO tinggi. Jika alat yang kalian pergunakan tidak memungkinkan mendapatkan perbesasran yang wah, dan berniat untuk melakukan perbesaran dengan cara cropping, cobalah untuk tidak menggunakan ISO terlalu tinggi.

ISO yang terlalu tinggi akan menimbulkan grain pada hasil foto, terlebih ketika kalian melakukan cropping. Grain juga cenderung mengurangi ketajaman foto. Pastikan kamera tidak shake / goyang / DoF yang sempit pada foto makro berdampak pada susahnya untuk melakukan eksekusi. Kalian dapat menggunakan tripod jika ingin. Angka shutter speed diatas 1/125 bisa saja kalian gunakan untuk menghadapi kondisi seperti itu. Hal ini juga berguna untuk mengantisipasi pergerakan serangga. Gunakanlah bantuan cahaya lampu flash. Hasil gambar yang diperoleh melalui cahaya buatan tidak buruk juga hasilnya.

Namun jarang sekali dapat mengeksekusi foto makro dengan settingan aperture sempit – ISO rendah – Speed tinggi tanpa bantuan flash. Jika kalian tidak memilki external flash, kalian dapat menggunakan internal flash pada kamera. Agar hasil bisa maksimal, kalian bisa mengubah fokus dari auto menjadi manual fokus. Caranya, setting lensa kalian pada manual fokus, dan gunakan titik fokus terdekat. Lalu temukan fokus yang tepat dengan memaju – mundurkan lensa di depan obyek hingga mendapatkan fokus yang pas.
Untuk menggunakan smartphone juga bisa. Namun kalian membutuhkan alat tambahan seperti lensa makro atau DIY. Lensa bekas bongkaran kamera atau lensa bekas bongkaran proyektor juga bisa digunakan pada smartphone. Untuk cara pengambilannya pun hampir sama dengan semua jenis kamera.
Belakangan ini fotografi makro sudah meluas dengan berbagai jenis yaitu :
1.     Macro Nature
Macro nature adalah jenis makro alami dari alam yang berbentuk hewan maupun bunga.
2.     Macro Art
Macro art adalah jenis foto makro hasil dari optimalisasi editing, bisa berbentuk bokeh atau perubahan total tone dalam foto. Bisa penggabungan 2 foto.
3.     Macro Stage
Macro stage adalah jenis foto makro yang cara pengambilannya sudah di setting / konsep / hewan, tempat, maupun moment.
4.     Macro Extreme
a.       Extreme
Adalah jenis foto yang diambil dengan perbesaran 2 : 1 atau lebih, pengambilan menggunakan lensa khusus (hp) dan lensa makro + ring + close up + 10 / reverse ring / tube. Bisa diaplikasikan ke binatang yang masih hidup.
b.      Stacking
Adalah jenis makro extreme yang cara pengambilannya dengan beberapa kali shoot. Biasanya bisa mencapai 80 – 100 shoot dari jarak fokus terluar sampai jarak fokus terdalam dan menggunakan alat tambahan seperti rail makro dan cahaya buatan. Kemudian digabungkan menjadi 1 file melalui editing. Kalian bisa menggunakan aplikasi zerene stacker atau photoshop.

5.      Macro Still Life
Jenis macro still life adalah jenis foto makro non insect. Seperti origami, buih, water drop atau apapun benda yang kecil dan menarik untuk di jadikan foto. Namun, masih mempunyai estetika still life sendiri yaitu foto barang mati serta mempunyai kesan dan cerita yang hidup.

Bagaimana? Sangat banyak bukan macam dan jenis dari fotografi makro. Kalian bisa memilih dari sekian pilihan untuk memulai fotografi makro. Namun ingat, ada beberapa fotografer yang rela untuk merusak flora dan fauna untuk bisa mengambil gambar tersebut.  Seperti halnya ketika ingin untuk memotret hewan yang langka. Ada yang pernah melakukan dengan memberikan perekat di tempat hewan itu berpijak. Ini dimaksudkan agar hewan tersebut tidak bisa kabur dari jangkauan mereka. Mereka tidak melihat sisi negative dari tindakan yang sudah dilakukan.

Memang sangat bagus hasil yang diperoleh, tapi jika orang lain melihat cara pengambilan gambar itu, orang lain tentu akan merubah pandangan dari bagus ke buruk. Kalian tidak perlu melakukan hal senekat itu demi mendapatkan selembar foto. Masih ada obyek – obyek foto lain yang didapat dengan mudah. Justru yang semakin menjadi daya tarik adalah, bahwa kalian bisa menghasilkan karya foto bagus dengan obyek yang sederhana.
Itu adalah sisi negative yang tidak perlu di tiru, dampak positivnya adalah kalian akan lebih mengerti tentang jenis – jenis flora dan fauna yang ada. Karena foto makro identik dengan obyek tumbuhan dan hewan.



Scroll To Top