Mempunyai Karya Foto Yang Bagus? Beginilah Caranya Lolos Penjurian Lomba


Dasar – Dasar Perlombaan Foto  

Kemenangan adalah sebuah pencapaian yang sangat membanggakan. Apalagi ini terkait dengan lomba. Kebahagiaan yang sangat fantastis apabila bisa mendapat penghargaan. Iya karena, dengan adanya kemenagan berarti foto kalian dirasa mempunyai bobot pertimbangan yang tinggi. Foto kalian memiliki keunggulan tersendiri dibanding dengan peserta yang lain. 

Namun, apabila kalian mengalami kekalahan ini bukan berarti karya foto kalian jelek atau buruk. Mungkin, karena ada peserta lain yang mempunyai karya lebih bagus dari kalian. Tidak perlu patah semangat jika menerima kekalahan. Kekalahan bisa menjadi evaluasi dan pembelajaran berharga untuk bisa berkarya lebih baik lagi.

Ada beberapa tips sebelum mengikuti perlombaan foto. Yang perlu kalian garis bawahi adalah ini merupakan lomba foto bukan perlombaan karya tulis atau sebagainya. Aspek yang dinilai adalah masalah selera. Setiap juri mempunyai selera masing – masing. Bagus atau tidaknya setiap juri mempunyai pendapat yang berbeda. Bahkan, ada karya foto yang gagal dalam satu perlombaan tetapi menang di perlombaan yang lain. Jawabannya karena yang menilai bukanlah orang yang sama lagi.

Selain itu, kalian juga harus melihat peserta lain yang mengikuti perlombaan tersebut. Walaupun foto kalian mempunyai kualitas yang bagus, jika peserta lain mempunyai hasil yang lebih bagus. Tetap saja merekalah yang dipilih bukan kalian. Sebaliknya, jika foto kalian terlihat kurang bagus, tetapi peserta yang lain justru hasil fotonya lebih buruk. Foto kalian yang dinilai lebih baik dari yang lain.

1.    Peserta
Hal pertama yang harus kalian perhatikan adalah terkait peserta. Berapa banyak peserta lomba yang pernah mengikuti kompetisi yang serupa. Kalian harus mengenalinya. Beberapa waktu lalu, pernah ada perlombaan foto yang menerima karya foto untuk diperlombakan sebanyak 50.000 foto. Kalian bayangkan, apakah cukup foto sebanyak itu hanya dinilai oleh beberapa juri foto saja? Jawbannya bisa saja.

Beberapa juri foto ada yang bisa menilai karya foto hanya beberapa menit saja. Kenapa bisa? Juri menilai foto tersebut jika foto itu pantas untuk di pertimbangkan. Lantas apa yang menjadi pertimbangan layak dan tidaknya.

Seperti pembahasan di atas, bahwa ini adalah masalah selera. Juri akan memilih beberapa foto yang sekiranya bagus untuk dinilai lebih lanjut. Selebihnya gugur. Dari 50.000 foto hanya akan diambil beberapa foto untuk masuk penilaian lebih jauh. Karya foto yang dinilai kurang bagus, akan disisihkan dan dianggap gugur.

   2.    Tema
Setiap perlombaan foto akan mengangkat satu tema yang diambil. Tema ini sangat perlu untuk diperhatikan. Jangan pernah menyetorkan karya foto apabila tidak sesuai dengan tema yang ditentukan. Juri hanya melihat sekilas foto kalian dan langsung menganggap foto kalian keluar dari topik.

Dari satu tema tersebut, masih ada kategori lain yang ada pada foto. Sebagai contoh, jika tema perlombaan yang diangkat adalah mengenai “Hutan”. Tentu karya foto peserta akan bermacam – maacam. Tugas juri selanjutnya adalah, memilih setiap foto pada setiap kategori. Jika masuk dalam flora, karya tersebut masuk pada flora. Jika pada fauna, juga akan masuk pada kategori fauna.

Setelah dimasukkan dalam setiap kategori. Tugas juri selanjutnya adalah, menilai seberapa sulit foto tersebut diambil. Konsep pada foto juga diperhatikan. Juri akan membandingkan lagi dengan foto yang sejenis, lalu menilai seberapa rumit foto itu diambil.

3.    Syarat Lomba
Sebelum mengikuti perlombaan, ada beberapa aturan yang harus ditaati oleh peserta lomba. Syarat yang begitu umum pada perlombaan foto adalah, bahwa karya foto yang sudah diikutsertakan sepenuhnya milik panitia. Syarat tersebut jelas sangat menguntungkan bagi panitia. Karena karya kita akan di miliki oleh panitia. Tidak masalah jika kalian memenangi perlombaan itu, namun bagaimana jika kalian mengalami kekalahan pada saat itu.

Semua pasti ada risiko yang harus diterima. Jika kalian sudah memutuskan untuk mengikuti perlombaan tersebut, mau tidak mau kalian juga harus mengikuti aturan yang berlaku. Masih terdapat syarat – syarat lomba yang menyebalkan. Persyaratan sebenarnya bukanlah masalah sebenarnya. Jika kalian tidak suka dengan persyaratan yang ditetapkan kalian boleh saja tidak mengikutinya. Persyaratan hanyalah kesepakatan antara peserta dengan panitia.

Peserta yang menolak keras terhadap persyaratan lomba sudah pasti hanya ingin mendapatkan hadiah yang diberikan tanpa ingin mendapatkan risiko yang diterima. Kalian malah termasuk licik jika masih berpendirian seperti itu, jadi ubahlah mulai sekarang.

Jika dalam peraturan tertulisnya diharuskan mengirim foto dengan ukuran sekian. Kirimkanlah ukuran sesuai dengan yang diminta, jangan pernah sekali – kali mengirimkan yang tidak sesuai dengan peraturan. Mereka akan semakin mudah untuk menilai foto kalian. Baru di persyaratannya saja sudah tidak sesuai, otomatis penilaian mereka akan semakin mudah.

   4.    Karya Foto
Bagi seseorang fotografer pemula, akan merasa kesulitan untuk mencari stok foto yang akan diikut lombakan. Sangat mudah, jika kalian sudah mempunyai karya lama, kalian hanya perlu langsung mengirimkan foto tersebut. Lantas bagaimana jika belum mempunyai foto? Kalian perlu untuk melakukan hunting foto sesering mungkin. Entah itu dilakukan sendirian ataupun bersama rekan. Hunting foto juga bisa membuat kalian mempunyai pandangan baru serta konsep apa yang harus dibuat.

Hunting foto juga tidak dilakukan di sembarang tempat. Perlombaan apa yang kalian ikuti, serta tema apa yang diberikan. Barulah kalian bisa menentukan dimana tempat untuk melakukan pemotretan. Jangan pernah puas terhadap hasil yang sudah kalian peroleh. Sebelum mengirim di perlombaan, alangkah baiknya jika foto tersebut kalian perlihatkan kepada teman kalian atau fotografer lain. Bagaimana penilaian mereka, apa yang salah dan apa yang perlu diperbaiki.
Dengan begitu kalian akan mengerti kekurangan dan kelebihan dari karya foto kalian sendiri.

5.    Kreatif
Fotografi adalah seni melukis cahaya. Yang namanya seni pasti dituntut untuk belajar sekreatif mungkin. Kreatif ini bisa dimulai dengan melihat karya foto orang lain. Biasanya seorang fotografer menerapkan ilmu ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Setelah melihat karya orang lain, cobalah untuk melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan orang tersebut. Tempat pengambilan foto, waktu pengambilan, settingan pada kamera, dan moment yang terjadi. Jika tahap ini sudah kalian lakukan dan berhasil, baru berganti ke modifikasi.

Modifikasi ini berarti membuat hal yang baru dari sebelumnya. Contoh, jika foto yang kalian lihat dilakukan saat sore hari, bisa kalian lakukan di pagi hari. Atau perlu penambahan objek yang berbeda jika foto  sebelumnya terdapat obyek foto yang kurang menarik. Buatlah sekreatif mungkin. Foto yang unik akan menjadi nilai lebih dipandangan juri.

Itulah beberapa tips sebelum mengikuti perlombaan. Setelah semua usaha yang sudah kalian lakukan, jangan lupa untuk berdoa dan memohon. Selalu berpegang teguh jika kalian gagal dalam satu lomba masih ada perlombaan – perlombaan lain yang bisa untuk dicoba.

Scroll To Top