Panning Photography

Panning Fotografi

Fotografi panning adalah cara pengambilan gambar dengan pergerakan obyek yang sangat cepat, namun pergerakan tersebut masih bisa diambil dengan jepretan kamera asal mengerti settingan yang benar. Yang dihasilkan dari teknik panning ini adalah obyek utama yang diambil masih terjaga kualitas tajamnya, sedangkan latar belakang pada gambar akan terlihat blur. Tidak mudah untuk melakukan teknik panning. Karena bagaimana kalian bisa menangkap sebuah obyek yang bergerak dengan cepat, tapi masih menghasilkan ketajaman yang stabil. Itu adalah kendala yang ada pada teknik panning.

Fotografer pemula akan merasa kesulitan jika harus belajar sendiri tanpa ada seseorang yang sudah pernah melakukannya. Teknik panning tidak bisa dilakukan hanya sekali atau dua kali percobaan. Butuh yang namanya latihan secara rutin. Untuk kalian yang baru belajar teknik panning. Lebih baik, kalian mencari teman yang mendampingi agar tidak putus asa dalam mencoba teknik tersebut. Tidak sulit jika kalian mengerti kunci dari teknik ini. Yang terutama adalah mengunci subyek foto, dan selalu mengikuti kemana setiap subyek itu bergerak.

Panning merupakan pergerakan horizontal dari sebuah kamera ketika merekam sebuah obyek yang sedang bergerak, ketika melakukan teknik ini berarti Kalian menggerakkan kamera secara sinkron terhadap subyek. Lebih mudahnya, kalian harus selalu mengikuti setiap pergerakan pada subyek. 

Tips melakukan Panning

Teknik panning dikatakan berhasil jika kalian mampu menghasilkan sebuah foto tanpa adanya motion pada subyek foto. Ini dibutuhkan kestabilan dalam memegang kamera, usahakan untuk menghindari apapun gerakan yang terjadi. Selain stabil, pengaturan yang terdapat pada kamera juga menjadi titik penentu keberhasilan. Mereka yang biasa menggunakan teknik panning akan menggunakan Shutter Speed dengan kecepatan tinggi. Cobalah untuk mengatur Shutter Speed pada angka 1/200 ke atas. Kalian boleh mengatur Shutter Speed diatas 1/200. Tergantung obyek foto mana yang akan kalian ambil. Contoh untuk 1/200 biasanya digunakan saat sedang berolahraga atau mengikuti sebuah pertandingan.

Aturan tetap yang harus dipilih pada teknik panning adalah tombol Shutter Speed. Mengenai diafragma dan ISO bisa di atur sesuai kondisi. Semakin besar angka yang kalian pilih pada Shutter Speed, akan semakin mudah untuk bisa mendapatkan hasil gambar. Jangan pernah sekali – kali mengatur Shutter Speed pada Slow Speed. Slow speed tidak tepat jika digunakan pada teknik panning.

Selanjutnya adalah masalah obyek. Pastikan bahwa kalian tahu letak yang pas keberadaan obyek pada gambar kalian. Pilih posisi yang pas, apakah ingin kalian letakkan di tengah, atas, bawah, terserah. Jika kalian menggunakan shutter speed di atas 1/200, akan lebih susah untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Gunakan shutter speed yang sangat cepat hanya pada kondisi tertentu. Misalnya saat kalian ingin mengambil gambar balap mobil atau sepeda. Kalian boleh memilih angka diatas 1/200. Untuk kalian yang baru belajar teknik panning, sebaiknya mulailah dari pergerakan obyek yang tidak terlalu cepat. Ketika sudah mulai mengerti kunci dari teknik ini, barulah melangkah ke pergerakan yang lebih cepat.

Pengaturan Shutter Speed

Siapkan kamera, atur pada mode shutter priority (Tv atau S) sehingga kalian bisa mensetting shutter speed di angka yang diinginkan dan diafragma akan menyesuaikan dengan sendirinya. Sebagai pembelajaran awal, disarankan untuk memilih angka dari 1/25 hingga 1/30. Setelah itu lihatlah hasil yang kalian peroleh, apakah sudah mendapatkan ketajaman pada obyek yang bergerak dan latar belakang menjadi kabur. Jika belum ulangi terus langkah ini. Temukan hasil terbaik dari yang kalian lakukan. Untuk angka shutter speed 1/25 hingga 1/30 baik digunakan pada kondisi cahaya stabil. Dalam arti tidak berubah – ubah.

Pengaturan Fokus

Dalam teknik foto panning kalian bebas menggunakan pengaturan fokus, boleh memilih auto fokus maupun manual fokus. Ada beberapa pertimbangan dalam menentukan pengaturan fokus.  Semakin bagus kamera digital yang kalian gunakan, semakin mudah pula untuk mendapatkan hasil panning fotografi. Tidak semua kamera bisa mengatur auto fokus yang bagus. Namun semua ini tergantung pada skill fotografi kalian masing – masing. Terkait gear yang kalian gunakan hanyalah alat sebagai penunjang untuk berkarya. Manfaatkan saja apa yang kalian miliki saat ini. Tidak usah berkecil hati jika belum mempunyai gear yang bagus. Tidak heran jika fotografer mampu menghasilkan foto yang bagus dari alat yang bagus pula. Tapi bagaimana jika mampu menghasilkan foto yang bagus dari peralatan yang sederhana. Pasti lebih berkesan yang ini.

Framing

Sebagai latihan awal, kalian bisa menggunakan framing mode landscape daripada portrait. Karena untuk landscape, kalian akan bisa melihat dengan  jelas obyek kalian. Apakah sudah berada pada posisi yang pas atau belum. Apakah sudah mendapatkan ketajaman yang sesuai atau belum. Mode portrait sulit untuk bisa melihat kondisi seperti itu. Terlebih jika kalian harus memprosesnya lagi pada editing. Luas framing pada mode portrait masih sempit. Jika kalian ingin melakukan cropping, malah semakin buruk hasil editing nantinya.

Gerakan Panning Kamera

Pastikan kalian berada pada posisi yang tepat dan tidak terhalang apapun agar panning kamera bisa mengikuti arah gerakan subyek dengan mulus. Jangan terburu – buru untuk memotret obyek. Lakukan dengan pergerkan yang tenang. Ini untuk mencegah terjadinya hasil yang blur dari foto.
Berikut beberapa tips untuk mendapatkan hasil panning fotografi,
1.  Pilih Shutter Priority pada kamera kalian (TV / S), sebaiknya menggunakan mode manual untuk belajar awal.
2.   Pilih Shutter Speed pada nagka 1/8 hingga 1/60. Angka tersebut tergantung dari pencahayaan pada saat itu.
3.  Usahakan untuk memilih latar belakang dengan mempunyai warna yang beraneka ragam. Ini untuk memudahkan kalian melihat hasil dari latar belakang tersebut.
4. Untuk mengatur fokus. Tekan setengah pada Shutter Speed, jika sudah mendapatkan fokus. Barulah kalian potret gambar tersebut.
5.    Ikuti setiap gerakan obyek yang bergerak.
6.  Selanjutnya, jika sudah mendapatkan posisi subyek yang pas. Kalian tinggal memotret subyek tersebut.
7.    Latihan secara rutin. Jangan pernah puas terhadap satu hasil foto.

Scroll To Top