Still Life Photography


Still Life Fotografi  

Fotografi Still Life adalah fotografi yang obyek bendanya tidaklah mati, tapi bergerak. Seorang fotografer harus bisa membuat benda mati tersebut menjadi lebih hidup dan bercerita dengan membangun suasana yang tepat. Belajar Still Life fotografi akan memberikan kalian pelajaran bagaimana mendapatkan gambar yang bagus dari sebuah benda mati.

Kalian akan merasa bangga jika sudah mendapatkan gambar yang bagus. Mengapa? Still Life adalah pilihan yang bagus jika kalian ingin mengusai fotografi secara menyeluruh. Kalian akan mengerti bagaimana cahaya sekitar sangat mempengaruhi hasil dari setiap foto. Kompoisi, teksur, kontras, white balance, adalah beberapa elemen yang terdapat di Still Life fotografi.

Contoh sederhana adalah tentang obyek foto buah – buahan dalam piring. Jika kalian mampu membuat komposisi yang bagus dari objek yang sederhana tersebut. Kalian nantinya akan bisa menentukan gambar yang pas untuk dijadikan elemen tambahan lainnya. Yang berarti Still Life sudah pasti mengajari kalian tentang bagaimana mendapatkan gambar foto yang bagus sesuai dengan aturan – aturan fotografi.

Salah satu manfaat yang bisa kalian peroleh dari Still Life adalah kalian dapat memotret foto terserah yang kalian inginkan. Kapanpun itu waktunya. Kalian tidak harus menunggu matahari terbenam atupun terbit. Tidak perlu untuk keluar rumah, demi mendapatkan sebuah momen. Still Life sangat berbeda dengan genre foto yang lain. Entah itu, tengah malam, pagi hari, siang hari, baik itu di ruagan tertutup maupun terbuka kalian masih bisa melakukan pemotretan.

Setiap obyek foto pasti mempunyai keunikan yang berbeda – beda. Mungkin dari warna objek tersebut, tekstur, atupun bentuk, pasti salah satunya terdapat dalam obyek itu. Tugas kalian adalah menemukan hal yang menarik tersebut. Untuk lebih mudahnya, kalian bisa menambahi dengan memberikan sedikit pencahayaan ataupun penempatan posisi yang sesuai. Yang pasti kalian harus menyesuaikan keduanya.

Lokasi Hunting

Tidak perlu mencari spot foto yang sangat jauh. Cobalah untuk memulainya dari lingkungan sekitar. Ini sekaligus melatih seni kreatif pada diri kalian sendiri. Kalian bisa memilih obyek foto yang kurang menarik dari pandangan orang lain. Buatlah obyek tersebut menjadi lebih hidup. Sehingga orang lain akan menjadi tertarik dari obyek yang sebelumnya terlihat biasa – biasa saja.

Untuk memulainya, kalian tentukan satu obyek foto saja yang akan kalian ambil. Tidak perlu memotret dengan banyak obyek, ini akan membuat kalian bingung mau kalian jadikan seperti apa obyek tersebut. Satu saja tambahan obyek bisa menambah masalah yang lain. Karena kalian perlu menentukan sisi menarik dari setiap obyek. Bagaimana jika obyek tambahan kalian tidak mempunyai sisi menarik yang sama? Yang pasti tidaklah kontras hasilnya. Kalian akan memahami Still Life jika melakukan dengan awalan yang sederhana. Baru jika kalian sudah terbiasa dengan hal itu, kalian bisa memainkan obyek – obyek yang lain.

Setelah memahami obyek foto Still Life. Selanjutnya kalian harus menentukan background yang pas. Konsep foto dapat terpikirkan dengan cepat jika kalian sudah menentukan background. Saya sarankan untuk memilih background terlebih dahulu sebelum obyek yang kalian pilih. Karena background yang pas akan mudah pula untuk mengatur komposisi foto. Tapi, semua tergantung dari subyek dan obyek foto kalian.
Tidak perlu pusing jika ingin menentukan background. Satu lembar kertas polos bisa saja untuk dijadikan background foto. Namun, jika kalian ingin yang lebih indah, bisa kalian berikan background dari potongan kanvas. Secara umum, fotografer sering menggunakan kertas polos berwarna untuk dijadikan background. Mereka lebih memainkan lighting nantinya.

Untuk seorang fotografer, secara umum mereka lebih senang untuk mendapatkan pencahayaan foto yang bagus. Dalam genre foto landscape misalnya, pencayaan adalah elemen penting utama untuk bisa mengahasilkan foto yang bagus. Sedankan untuk Still Life pencahayaan sebenarnya bukanlah opsi yang utama. Still life lebih mengutaman komposisi. Mengenai pencahayaan adalah pemanis tamabhan dalam gambar.

Dalam fotografi landscape, kalian sangat terbatas untuk bisa memainkan pencahayaan. Karean semua berasal dari alam, jadi kalianlah yang harus menyesuaikan dengan kondisi alam tersebut. Namun, momen tersebut tidak bisa bertahan lama. Semakin kalian lama untuk menangkap gambar, semakin hilang pula untuk mendaptkan pencahayaan yang pas.

Ini yang menjadi menarik dari fotografi Still Life. Kalian bisa selama mungkin mengatur momen tersebut. Kalian bisa mengatur sesuka hati jika dirasa kurang bagus hasilnya. Yang menjadi penghambat adalah biaya untuk membeli lampu pencahayaan. Kalian tidak harus mempunyai lighting yang bagus. Manfaatkan saja peralatan – peralatan yang ada.

Untuk pencahayaan Still Life cobalah memberikan sedikit penerangan dari setiap sisi. Yang paling terang adalah sisi paling depan. Tujuannya nanti untuk bisa mengangkat dan menjadikan subyek di depan menjadi subyek utama. Sedangkan pencahayaan sisi yang lain, untuk bisa mendapatkan efek tiga dimensi dari subyek utama.

Teknik Pengambilan Gambar  

Jika dirasa masih sulit, kalian bisa melihat karya – karya foto Still Life orang lain. Ini akan membuat wawasan kalian lebih luas, selanjutnya kalian bisa melakukan pengambilan gambar yang berbeda dari karya tersebut. Subyek foto boleh sama, tapi harus mempunyai cerita yang berbeda. Berikut adalah  cara – cara untuk memotret Still Life,

1.    Obyek Yang Menarik
Pilih obyek foto yang menarik atau yang kalian suka. Obyek foto disini haruslah benda mati, entah itu mainan, peralatan, dan lain sebagainya. Setelah itu, pilihlah background foto yang sesuai dengan obyek yang kalian pilih.

2.    Komposisi dan Props
Ketahui dan tunjukkan obyek utama kalian, dengan property yang mendukung tanpa menenggelamkan obyek utama. Komposisi selama ini sering dipakai adalah komposisi ROT, dead center, diagonal dan segitiga. Kalian boleh saja menggunakan teknik lainnya yang sesuai dengan keahlian kalian sendiri.

3.    Pencahayaan
Cahaya bisa berasal dari cahaya murni maupun cahaya buatan. Cahaya matahari bisa dimanfaatkan untuk memotret Still Life. Kalian perlu peralatan tambahan seperti blocker dan reflector untuk memainkan sekaligus membuat foto lebih berdimensi.

4.    Angle (Sudut Pengambilan Gambar)
Untuk bisa menghasilkan gambar yang bagus, terkadang harus mengambil angle yang tidak biasa. Kerahkan seluruh kelenturan tubuh kalian untuk menentukan posisi yang bagus, bisa dengan memanjat, merangkak, atau menungging, intinya total saja demi mendapatkan foto yang pas.

5.    Konsep
Nah ini, sebenarnya yang pertama dan terpenting sebelum memotret. Misalnya kalian ingin memotret buah apel, kalian pikirkan sejenak, mau dijadikan seperti apa buah apel tersebut. Setelah itu siapkan properti yang mendukung sesuai dengan konsep yang kalian inginkan.

6.    Kreatif
Fotografi Still Life menuntut kalian untuk berlatih sekreatif mungkin, jangan pernah merasa nyaman dengan obyek dan komposisi yang sama. Berpikirlah out the box, kalian ciptakan bagaimana nanti cara pengambilan gambarnya. Kalian harus pandai dalam eksplorasi sisi lain dari benda mati yang ingin kalian ambil gambarnya.

Scroll To Top