Street Photography

Fotografi Jalanan

Fotografi memang mempunyai banyak sekali bidang yang ada di dalamnya. Untuk seorang pemula pasti selalu menerapkan semua bidang yang ada. Berbeda dengan seorang fotografer professional. Perlahan – lahan mereka akan fokos terhadap keahlian yang ia kuasai. Dengan begitu, ia akan lebih berkonsentrasi penuh terhadap ilmunya.

Street Fotografi. Ini adalah kegiatan pemotretan yang dilakukan di jalanan. Konsep utama hampir sama dengan Human Interest. Namun, Street fotografi lebih mengutamakan hasil yang natural terhadap obyek yang akan diambil gambarnya. Perlengkapan yang dibutuhkan juga sangat sederhana. Tidak butuh seorang model atau peralatan eksternal dalam street fotografi. Semua elemen sudah tersedia di daerah yang akan di ambil.

Perlu dilakukan survei lokasi hunting sebelum melakukan pemotretan. Pencahayaan yang pas, tempat yang padat akan aktivitas, dan lain sebagainya. Kalian harus rela untuk menelusuri setiap tempat yang ada, tidak heran jika seseorang yang mendalami teknik Street Fotografi rela untuk berkotor – kotoran demi mendapatkan hasil yang maksimal.

Street Fotografi lebih mengarah pada momen. Memang, semua teknik fotografi fokus terhadap pengabadian sebuah momen. Namun, jika momen yang ada pada Street Fotografi kalian lewati, akan sulit untuk terulang kembali. Contoh sederhana ketika kalian tepat pada kondisi cucaca yang bagus, tapi apa mungkin dalam waktu 10 – 20 menit kondisi tersebut akan tetap sama? Pasti berbeda. Di waktu itu pula, setiap pergerakan seseorang selalu berubah – ubah. Mungkin ada beberapa diantaranya melakukan hal serupa, kesesuaian dengan kegiatan pertama yang pasti akan berbeda. Itu mengapa momen sangat penting untuk dilewatkan.

Untuk bisa mendapatkan hasil yang maksimal tentu harus di imbangi dengan berlatih secara teratur. Fotografi tidak bisa di dapat hanya sekadar teori tanpa aplikasi. Jam terbang adalah kunci dari semua ini. Meskipun kalian sedikit mengerti mengenai setiap arti dari fotografi, namun dengan memperbanyak jam terbang kebiasaan ini perlahan akan melekat pada diri kalian. Jangan pernah merasa puas terhadap satu karya yang sudah kalian hasilkan. Selalu berpedoman bahwa masih ada yang lebih baik dari apa yang kalian hasilkan, ini akan lebih membangun semangat kalian untuk terus berkarya.

Kamera juga poin penting yang harus ada pada Street Fotografi. Kenali setiap kekurangan yang ada pada kamera kalian. Apakah sesuai jika kamera kalian dihadapi pada situasi minim cahaya, atau di saat berhadapan pada cuaca daylight. Ini sangat penting untuk bisa menciptakan hasil yang maksimal. Mengatur kamera dengan manual setting juga solusi yang bagus buat kalian. Tapi biasanya seseorang lebih memilih untuk menggunakan auto setting, mungkin karena tidak ingin kehilangan momen. Justru sebaliknya, dengan mengatur manual setting kalian akan lebih terbiasa untuk mengambil gambar dengan situasi yang sedang kalian hadapi. Menetapkan ISO yang pas contohnya, atau mungkin bukaan lensa yang tepat.

Memilih Obyek Foto Jalanan

Fotografi jalanan sangat identik dengan keramaian. Entah itu aktivitas penduduk setempat, kendaraan yang lalu lalang, dan lain sebagainya. Kalian tidak perlu bingung menghadapi situasi tersebut. Tentukan terlebih dahulu obyek apa yang ingin kalian potret. Jika itu manusia, pilih satu obyek saja yang akan kalian ambil. Mengambil obyek sekaligus hanya membuat kalian semakin bingung mengatur kondisi. Jika ada obyek lain yang mengganggu, beralihlah di tempat yang berbeda atau mengambil angle yang berbeda pula.

Kalian akan menemui sebuah kejadian yang tidak kalian rencanakan sebelumnya. Ini adalah yang menarik dari belajar Street Fotografi. Sebuah elemen – elemen yang ada pada foto tidak bisa kalian tentukan. Objek campuran yang tergabung dalam satu frame gambar. Sangat jauh berbeda dengan fotografi lainnya, yang bisa kalian tentukan konsep untuk di potret. Mereka yang sudah lama mendalami fotografer jalanan, sangat pintar untuk membuat kejadian – kejadian yang semakin menarik.

Kalian yang baru belajar mengenai fotografi jalanan, pasti akan merasa canggung untuk memotret orang yang baru kalian kenal. Lensa tele tidak berfungsi untuk Street Fotografi, karena kalian harus mengambil gambar dari jarak sekian meter saja. Dengan memperbanyak jam terbang, rasa canggung ini akan mulai hilang terhadap diri kalian. Kalian juga akan mendapatkan teknik yang bagus tanpa harus belajar melalui buku pedoman.

Ingat juga mengenai angle dalam fotografi. Satu obyek tentunya memiliki angle yang berbeda. Kalian harus mencoba di setiap pengambilan gambar. Apakah bagus jika ini diambil dari atas, bawah, samping, atau close up. Kalian akan lebih mudah untuk memilih hasil gambar yang bagus. Manfaatkan setiap momen yang sedang terjadi. Tetap fokus ketika akan mengambil gambar, dan selalu ulangi hingga momen tersebut berakhir.

Sisi negative dari Street Fotografi adalah kalian secara tidak langsung merusak privasi dari subyek foto orang – orang tersebut. Sangat jarang ditemui seorang fotografer jalanan meminta izin ketika hendak memotret, dan bahkan hampir tidak ada. Mereka hanya mencari tempat yang strategis dan langsung mengarahkan kamera di obyek foto. Sangat tidak sopan bukan? Untuk awal pengambilan memang di wajarkan, karena ini juga berhubungan dengan kejadian saat itu. Tapi bolehlah kalian untuk memberikan hasil gambar kalian terhadap orang yang sudah kalian ambil fotonya. Kalian harus menerima risiko terhadap apa yang sudah kalian lakukan.

Manfaatkan Setiap Momen

Memanfaatkan setiap kejadian yang berlalu mungkin cukup sulit untuk dilakukan. Untuk itu, tetaplah fokus pada view finder pada kamera. Melihat situasi hanya pada kamera yang kalian bawa. Ini berarti bahwa kalian mengatur ketepatan setiap elemen foto. Terlalu lama jika kalian harus menentukan secara langsung. Bisa jadi, kejadian yang kalian harapkan tidak akan terjadi.

Teknik umum yang sering dilakukan fotografer jalanan adalah membawa rekan saat pemotretan. Rekan kalian disini mempunyai tugas untuk mengalihkan perhatiannya. Tugas dari seorang fotografer adalah mengambil gambar dari orang – orang yang melihat ke arah rekan kalian. Berbagai ekspresi dari orang – orang tersebut bisa kalian ambil. Ini sudah sangat umum dilakukan oleh fotografer jalanan.

Selain itu, kalian harus menghindari untuk mengatur kamera dengan teknik slow speed. Street Fotografi mengarah pada hasil foto yang mempunyai ruang tajam luas. Tidak tepat jika kalian mengatur dengan mode slow speed. 1/80 detik – 1/90 detik adalah pengaturan kamera yang sering dipilih. Selanjutnya pilihlah manual fokus untuk bisa menentukan obyek yang memiliki ruang tajam yang bagus. Berikut beberapa settingan yang sering dilakukan oleh fotografer jalanan

a.    Lensa
Hindari untuk menggunakan lensa tele, lensa kit sudah bagus untuk digunakan.

b.   Mode RAW
Format RAW dimaksudkan untuk bisa mempermudah kalian yang hendak mengedit setiap foto yang sudah diambil. JPG masih memiliki resolusi gambar yang kurang dibanding dengan RAW.

c.    F Stop
Alangkah baiknya untuk setiap gambar mempunyai tiga hasil yang berbeda. 1 over exposure, 1 under exposure, dan 1 untuk nomal exposure.

3 aturan tersebut adalah yang pengaturan kamera yang sesuai jika diterapkan untuk Street Fotografi, namun tidak berlaku untuk bidang fotografi yang lain.

Scroll To Top