Apakah Benar Papuma Masih Menjadi Pantai Terindah di Jawa Timur?

Apakah kalian masih asing mendengar nama Papuma? Atau mungkin pantai pasir putih? Tepat sekali, kedua nama tersebut berada pada lokasi yang sama. Tak lain adalah Jember, Jawa Timur. Sebuah kota yang mempunyai ribuan tempat wisata sangat menarik. Pantai papuma merupakan satu pantai dari sekian pantai yang menjadi minat tertinggi di Kota Jember. Yang menjadi daya tarik wisatawan adalah bentuknya yang unik dan aroma mistik yang sangat kental. Keberadaan pantai papuma jember tersebut, juga menjadi pantai yang mempunyai keindahan alam yang mempesona.

Pantai Papuma berada di jantung Kota Jember, lebih tepatnya ada di desa lojejer, Kota Jember. Jangan salah, wisata ini merupakan salah satu pantai yang berada di samudera hindia. Tidak heran, jika kalian berkunjung kesana akan melihat arus ombak yang lumayan besar. Tapi tenang, ombak besar tersebut hanya datang pada saat – saat tertentu saja.

Ciri khas dari pantai satu ini adalah warna pasir pantainya yang putih bersih seperti namanya “pantai pasir putih jember”. Sepanjang perairan wisata tersebut akan dijumpai banyak tumbuh – tumbuhan yang subur, ini akan membuat tubuh kalian merasa segar kembali. Selain pasirnya yang berwarna putih, pantai papuma mempunyai teluk kecil yang berwarna hijau tosca.

Batu – batu karang disana mempunyai bentuk dan ukuran yang bermacam – macam. Sekilas, batu karang tersebut akan terlihat seperti pintu gerbang ucapan selamat datang bagi pengunjung. Apalagi jika kalian kesana saat ombak besar datang, batuan karang tersebut seolah – olah menjadi benda penghalang dari datangnya ombak pantai.

Setiap jenis batuan karang mempunyai nama masing – masing. Batu dampar kencana, kajang, kresna, dan juga batu ganteng. Namun, penduduk Jember lebih senang menamai batu karang tersebut batuan kajang, nusa barong, batara guru, kresna, dan narada. Mungkin karena bentuk batuan itu menyerupai tokoh wayang.

Meskipun ombak pantai ini cukup besar, masyarakat sekitar masih ada yang bekerja sebagai nelayan. Kalian bisa menjumpai banyaknya perahu – perahu nelayan saat tidak digunakan untuk berlayar. Saat ini petugas wisata sudah memberikan fasilitas tempat untuk bermain. Kalian bisa untuk bermain – main pasir ataupun sekadar beristirahat di bawah pohon sambil menikmati semilir angin yang sejuk.

Sejarah Pantai Papuma

Konon pantai tersebut dinamai Papuma karena adanya batuan karang yang tersusun rapi di bibir pantai, yaitu batu malikan. Sedangkan ada yang menyebut pantai Papuma dengan istilah pantai pasir putih, karena memang pantai Papuma mempunyai pasir yang berwarna putih bersih. Batu – batuan karang di Papuma sangat bernilai tinggi bagi masyarakat Jember. Tepat setelah pemberian nama pantai ini pantai Papuma, disaat itu pula pernah terjadi sebuah peristiwa bersejarah yang sangat penting.

Ada dua peristiwa bersejarah di pantai Papuma Jember,
1. Dahulu pantai ini adalah tempat favorit raja mursaud dan mursada untuk memancing ikan. Beliau senang ketika memancing berada di atas batu malikan. Pernah mereka berdua mendapatkan seekor ikan yang ajaib. Ikan itu diberi nama ikan raja mina.

2.  Peristiwa kedua adalah, di saat memancing pula raja mursaud dan mursada pernah didatangi seekor ular raksasa. Konon ular tersebut adalah penghuni lautan Papuma. Raja mursaud dan mursada membunuh ular raksasa tersebut dengan pedang yang diterima dari raja mina. Jika kalian berkunjung ke pantai Papuma, kalian akan melihat pantai yang tidak jauh pula dari pantai Papuma. Itu adalah pantai watu ulo, lokasi pantai ini sangat dekat dengan pantai Papuma. Ini karena mitos yang pernah terjadi di kedua pantai tersebut. Mitos – mitos aneh mengenai kedua pantai ini lebih menyeramkan di pantai watu ulo. Pengunjung pantai pasti akan berkunjung menuju kedua pantai ini. Mungkin karena penasaran tentang mitos – mitos yang pernah terjadi.

Rute Pantai Papuma

Jika kalian bukan masyarakat asli Jember, dan baru sekali ini berkunjung ke wisata Papuma. Kalian pasti bakal kebingungan untuk menuju pantai Papuma. Keberadaan wisata ini ada di wilayah pedesaan. Masih sedikit petunjuk arah yang berada di sepanjang jalan. Lebih baiknya kalian bertanya pada penduduk setempat di setiap persimpangan. Namun, jika kalian sudah mengerti rute yang harus dilewati, sangat mudah untuk sampai ke lokasi.
Semakin banyaknya wisatawan yang berkunjung ke pantai Papuma. Akhirnya dibuka 3 jalur alternatif untuk bisa sampai di pantai Papuma.
1.  Jika kalian ingin sampai di lokasi dengan waktu yang lebih cepat, namun medan yang dilalui cukup sulit, kalian bisa memilih rute ini sebagai pilihan. Ini merupakan jalur terabasan menuju Papuma. Kalian bisa menerabas lewat jalur gunung watangan. Lewat jalur ini, kalian hanya perlu 3 km lagi sudah sampai di pantai Papuma. Namun, jangan sekali – kali kalian lewat jalur ini pada saat musim hujan. Ini adalah jalur gunung, sudah sering kejadian longsor pada saat musim hujan datang. Sisi baiknya, kalian bisa langsung sampai di loket masuk pantai.

2.  Lewat jalur ini, sebaiknya kalian menyiapkan uang lebih saat berkunjung. Ini bukan jalur yang langsung menuju pantai Papuma, melainkan menuju wisata pantai watu ulo. Selain itu, kalian boleh untuk berkunjung sebentar di wisata rembangan Jember dan Pantai Payangan. Pantai payangan juga mempunyai keindahan yang tak kalah menarik dari Papuma. Melalui jalur ini, mau tidak mau kalian harus membayar biaya masuk ke pantai Watu Ulo sebesar Rp 3.000. Karena lokasi pantai Papuma memang sangat berdekatan dengan Watu Ulo. Jadi daripada uang kalian terbuang sia – sia, lebih baik kalian mampir sebentar di pantai Watu Ulo, setelah itu baru menuju pantai Papuma.

3.   Ini merupakan rute terakhir yang bisa kalian pilih untuk sampai di wisata Papuma. Namun, rute ini mempunyai medan yang paling sulit dari kedua rute diatas. Hampir sama dengan rute pertama, yaitu kalian akan melalui jalur gunung watangan untuk menuju pantai Papuma. Namun, jalur ini lebih dekat menuju pantai Watu Ulo. Sulitnya memilih rute ini adalah sepanjang jalan yang dipenuhi lubang – lubang besar. Apalagi pada saat musim hujan datang, sangat sulit kendaraan roda empat melintasi rute ini karena beceknya jalan yang berlubang. Jika pada saat itu jalan sangat parah, kalian hanya bisa lewat jalan kaki tanpa menggunakan kendaraan.  Rute satu ini memanglah mempunyai medan yang paling sulit, disamping itu kalian akan disuguhkan pemandangan sekitar yang indah. Kalian bisa melihat keindahan pantai Watu Ulo dari atas bukit. Ditambah lagi banyakya pepohonan rindang sepanjang jalan.

Tiket Masuk Pantai Papuma

Kalian hanya perlu mengeluarkan uang sebesar Rp 17.000 untuk satu orang. Harga tiket bisa saja berubah – ubah tergantung kondisi pada saat itu. Harga Rp 17.000 belum termasuk biaya parkir kendaraan.

Jangan khawatir, pantai Papuma mempunyai area yang sangat luas. Kalian bisa memarkirkan kendaraan di area parkir yang sudah disediakan. Apabila kalian ingin bermalam dan mendirikan tenda di pantai Papuma, petugas memperbolehkan wisatawan untuk bermalam. Pantai ini juga bisa kalian jadikan sebagai tempat outbond.

Apabila kalian ingin mencari tempat penginapan, kalian bisa menjumpai di sekitar pantai Papuma. Hotel Ambulu, cempaka hill adalah penginapan yang sering digunakan oleh pengunjung. Rata – rata jarak antara penginapan dengan pantai Papuma adalah 30 km. Hotel Ambulu adalah penginapan yang paling dekat dengan Papuma yaitu hanya berjarak 10 km.

Scroll To Top