Blue Fire Banyuwangi

Cagar Biosfer Kawah Ijen

Kawah Ijen atau biasa dikenal dengan istilah “Blue Fire” adalah sebuah obyek wisata yang menyuguhkan keindahan alam berupa kepulan kawah berwarna biru. Obyek wisata satu ini tidak pernah sepi pengunjung, baik itu wisatawan lokal maupun mancanegara. Saat liburan datang, obyek wisata kawah ijen bisa mencapai ribuaan orang yang datang. Tercatat bahwa di setiap tahunnya, jumlah wisatawan kawah ijen selalu meningkat drastis. Sisi baiknya obyek wisata ini akan semakin dikenal oleh banyak orang.

Wisata kawah ijen pernah dinobatkan sebagai obyek wisata Cagar Biosfer oleh UNESCO pada tahun 2016. Hal inilah yang menjadi daya tarik wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Banyuwangi. Selain itu, pemerintah Banyuwangi sudah mulai mengelola dengan baik lokasi wisatanya, harapannya Kawah Ijen bisa menjadi icon dari Banyuwangi.

Kawah ijen adalah obyek wisata yang berada di lereng Gunung ijen kecamatan licin, kabupaten Bondowoso. Gunung ijen ini masih tergolong gunung aktif di Indonesia, yang mempunyai ketinggian mencapai 2.443 Mdpl. Gunung ijen berdekatan langsung dengan Guung raung dan juga Gunung Merapi, yang sampai saat ini masih tergolong aktif pula.

Kawah ijen ini bermula dari proses letusan gunung ijen, sehinga bagian atas gunung ijen membentuk sebuah danau yang dipenuhi oleh air dan kawah. Yang menjadi daya tarik adalah, kawah ini berada tepat di kaldera di Pulau Jawa.

Perlu kalian ketahui juga bahwa Kawah Ijen merupakan kawah paling asam di Dunia. Rasa asam yang dimiliki kawah ini hampir mencapai nol derajat, efeknya kawah ini bisa melarutkan bagian organ manusia dengan waktu yang cepat. Akan tetapi, keindahan dari kawah ini masih menjadi yang menarik untuk dikunjungi. Jika kalian berniat berkunjung ke obyek wisata tersebut, jangan lupa untuk membawa jaket tebal, mengingat suhu udara pada saat malam hari bisa mencapai 2 derajat.
Saat berada di puncak kawah, kalian akan melihat berbagai tanaman yang hanya hidup di dataran tinggi saja. Bunga edelweis dan pohon cemara kebanyakan terdapat di puncak kawah. Ini menjadi sensasi seru buat liburan kalian. Pada saat matahari terbit, kalian akan melihat perpaduan warna yang menarik untuk di lihat. Warna keemasan dari matahari terbit ditambah dengan warna hijau kebiruan akan memantul dari kawah.

Di sepanjang lereng pegunungan akan terlihat banyak sekali pepohonan manisrejo (Cantiqi) yang mempunyai warna kemerahan pada daun. Sedangkan bebatuan yang ada pada lereng mempunyai warna abu – abu. Aneka ragam warna tersebutlah yang menjadi pemandangan yang menarik untuk disaksikan.

Pemandangan Dari Puncak Kawah

Saat kalian sudah berada pada puncak kawah, luangkan waktu sedikit untuk melihat pemandangan gunung lain dari puncak kawah. Kalian bisa melihat gunung merapi, Gunung suket, Gunung Raung, dan gunung – gunung lainnya. Kejadian lain yang patut untuk dilihat saat berkunjung ke kawah ijen adalah Blue Firenya. Blue fire akan nampak jelas pada saat malam hari hingga menjelang pagi. Api biru ini muncul tepat di tengah kawah akibat penambangan sulphur yang dilakukan warga setempat.
Fenomena api biru ini hanya bisa disaksikan di 2 Negara saja. Selain Banyuwangi, blue fire juga terdapat di Islandia. Inilah sebabnya mengapa banyak turis mancanegara yang berkunjung ke Banyuwangi. Daya tarik lain yang bisa kalian lihat adalah mengenai pekerja tambang. Para pekerja tambang ini sudah ada sejak lama, ekstremnya lagi adalah mereka hanya berbekal peralatan sederhana ketika menggali belerang.
Para pekerja tambang tersebut mengambil belerang yang terdapat di bagian bawah kawah. Hanya berbekal sarung sebagai penutup hidung, mereka tetap berani untuk mengambil belerang. Padahal asap yang keluar dari mulut kawah tersebut sangatlah tebal. Yang mereka cari tak lain adalah lelehan berlerang dari pipa yang mereka pasang sebelumnya. Pipa tersebut dialirkan langsung menuju gas vulkanik pada gunung, setelah pipa tersebut terhubung akan mengeluarkan belerang yang meleleh berwarna merah. Namun ketika lelehan berlerang itu membeku, akan berubah warna menjadi merah kekuningan.
Endapan belerang kuning tersebut akan dipotong kecil – kecil yang nantinya akan diolah lagi menjadi bahan yang lain. Setiap hari para pekerja tambang memikul endapan belerang tersebut dan melewati jalan setapak yang sangat curam. 80 sampai 100 Kg beban yang harus dipikulnya setiap hari. Namun, karena pekerjaan ini sudah biasa mereka lakukan, dengan mudahnya mereka mampu mengangkat belerang tersebut.

Ada sebagian pekerja tambang yang sukarela menjadi pemandu lokal wisata. Ini karena mereka hapal betul dimana rute terbaik untuk mencapai puncak. Mereka tidak menuntut biaya yang harus dikeluarkan, kalian bisa memberikan uang dengan sukarela. Tidak banyak wisatawan yang membutuhkan jasa pemandu wisata, karena dipikir itu hanya menambah pengeluaran. Ini mengapa mereka melakukan pekerjaan lain selain sebagai pemandu lokal.

Kerajinan Tangan Hasil Tambang

Hasil tambang yang mereka peroleh ada yang menjadikannya sebagai souvenir. Ukiran patung yang mereka jualkan adalah hasil tambang yang mereka peroleh langsung dari lereng kawah. Banyak juga wisatawan yang tertarik untuk membeli patung – patung tersebut. Karena ini hanya ada di kawah ijen, diluar itu kalian akan sulit untuk menemukan.

Untuk bisa mencapai puncak kawah, pertama kalian harus melewati Paltuding. Yaitu Pos perlindungan hutan dan pelestarian alam (PHPA) yang berada di pintu masuk. Disini adalalah tempat cek segala kelengkapan dan biaya masuk ketika pendakian. Waktu pendakian itu pun tidak bisa kalian lakukan sepanjang waktu, karena harus menyesuaikan dengan kondisi alam saat itu.
Pada umumnya, pendakian kawah ijen dibuka pada malam hari pukul 01.00 sampai 12.00 WIB. Akan tetapi petugas setempat bisa saja menutup lokasi pendakian apabila diketahui kondisi saat itu buruk. Seperti ketika akan terjadi hujan lebat, asap belerang yang semakin tebal, ataupun longsor bisa menjadi kendala ditutupnya pendakian.
Jangan khawatir, pada saat kalian tiba di Paltuding semua kebutuhan kalian akan terpenuhi. Paltuding menyiapkan fasilitas yang sangat lengkap, mulai dari fasilitas parkir, tempat makan, toilet, dan warung – warung kecil. Kalian diperbolehkan membawa makanan ringan sebagai bekal selama perjalanan.

Jarak antara Paltuding dengan puncak kawah hanya berjarak 3 Km. Kebanyakan wisatawan membutuhkan waktu 2 jam selama pendakian, mengingat karena medan yang dilalui cukup sulit. Ditambah lagi, pendakian ini bisa dilakukan pada saat malam hari, sedangkan penerangan pada sepanjang perjalanan masih minim. Untuk itu, jika ini masih awal kalian berkunjung ke kawah ijen, alangkah baiknya untuk menyewa jasa pemandu untuk mengantarkan perjananan hingga sampai ke puncak kawah.
Tempat terakhir sebelum sampai ke puncak kawah adalah pos pondok bunder. Ini adalah tempat terakhir selama pendakian dari Paltuding hingga ke puncak. Disini kalian bisa untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Pedagang makan disana hanya terdapat saat pagi hari, saat malam hari tempat ini hanya dijadikan sebagai tempat istirahat bagi para pendaki.

Biaya Masuk Kawah Ijen Banyuwangi
1.    Wisatawan domestik          Rp 5.000
2.    Wisatawan Mancanegaraq Rp 100.000
3.    Parkir motor                       Rp 2.000
4.    Parkir Mobil                       Rp 10.000
5.    Sewa Masker                      Rp 25.000


Scroll To Top