Dewi Rinjani Menjadi Spot Pendakian Tercantik di Indonesia



Pegunungan Rinjani  

Sebuah pegunungan yang mempunyai ketinggian mencapai 3.726 Mdlp, sekaligus menjadi gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia. Siapa lagi kalau bukan Gunung Rinjani. Spot pendakian yang mempunyai keindahan dari puncak, terlihat jelas sekali gerak – gerik awan, ditambah lagi dengan udara segar tanpa adanya polusi industri. Rinjani, sebuah nama yang indah sudah terbayang bagaimana keindahan yang dimiliki destinasi dari Nusa Tenggara Barat tersebut.

Di atas puncak gunung Rinjani terdapat danau yang sering disebut dengan Segara Anak. Lokasi dari danau tersebut berada di sekitar 2.000 Mdpl. Hal menarik dari danau ini adalah adanya aliran air yang melintasi jurang yang cukup tajam dan curam, serta terdapat pula kaldera yang panjang menuju Timur. Bagi kalian yang mempunyai hoby memancing, sangat tepat sekali jika berkunjung di Segara Anak, disana ada beberapa ikan seperti mujair dan ikan mas yang bisa kalian pancing.

Berbalik ke arah selatan terdapat danau juga, namun danau ini biasa dikenal dengan sebutan Segara Endut. Pemandangan lain yang ada di sekitar Gunung Rinjani adalah Gunung Baru, penduduk setempat lebih senang menyebut dengan Gunung Barujari karena lokasinya yang berada di kaldera sebelah timur.

Taman Nasional Gunung Rinjani mempunyai luas 41.300 ha, dengan luas wilayah yang sangat lebar Gunung Rinjani menjadi pemandangan terbesar di Pulau Lombok wilayah utara. Pernah mendengar mengenai Garis Wallace? Pusat berkumpulnya bermacam – macam flora dan fauna yang tidak bisa ditemukan di tempat lain. Garis Wallace ini berada di wilayah Lombok Utara.

Ini mengapa sering kali terlihat adanya flora dan fauna tropis Asia Tenggara saling bertemu dengan flora dan fauna Australia. Sungguh indah jika kalian mampu explore beragam jenis – jenisnya, tidak hanya menikmati pemandangan Gunung Rinjani, kalian juga bisa melihat banyaknya flora dan fauna di Indonesia. Gunung Rinjani sudah resmi dijadikan sebagai Taman Nasional sejak tahun 1997, yang merupakan satu dari 40 taman nasional di Indonesia.

Tidak hanya pemandangan pegunungan saja yang bisa kalian nikmati, melainkan bisa menikmati indahnya danau dan megahnya air terjun disana. Tidak semua pegunungan di Indonesia dilengkapi dengan flora dan fauna, tentu hanya di Gunung Rinjani kalian bisa menemukan itu semua. Hicking dan travelling semuanya menyatu dengan alam, meskipun persiapan yang kalian perlukan cukup ekstra, tapi semua itu bakal terbayar oleh pesona eksotis Gunung Rinjani.

Mitos Gunung Rinjani

Siapa sangka, dibalik keindahannya yang memukau Gunung Rinjani menyimpan banyak misteri dan sejarah. Jika dalam istilah jawa, Rinjani bisa diartikan sebagai Tuhan. Pegunungan tersebut dianggap sebagai wilayah yang mempunyai cincin api dan mempunyai fungsi terhadap semua aspek spiritual agama hindu. Bukan berarti hanya berlaku pada penduduk setempat, namun masih berlaku bagi pemeluk agama hindu di wilayah lain. Sebagai contoh adalah Pulau Bali yang sangat terkenal dengan nilai spiritual agama hindu. Penganut agama hindu di Bali akan datang ke Pulau Lombok ketika ada kegiatan seperti upacara / pakelan. Tempat yang dijadikan sebagai upacara selalu berada di area Gunung Rinjani. Berbagai perhiasan selalu dijadikan sebagai persembahan kepada roh agung, yang nantinya akan dilemparkan ke danau. Tradisi ini masih berjalan hingga saat ini, karena mereka percaya bahwa danau Segara Anak dihuni oleh roh alus. Mitos lain yang masih dianut adalah, ketika ada seseorang yang berkunjung ke danau dan melihat ukuran danau tersebut menjadi luas, ini pertanda bahwa orang tersebut akan mempunyai umur panjang.

Selain tradisi upacara yang dilakukan setiap tahunnya, penganut agama hindu juga kerap kali melakukan ritual bersih diri, yang konon akan membersihkan jiwa, pikiran, tubuh, saat hidup di dunia. Tempat suci ini tidak hanya dipercaya oleh penduduk Bali saja, bahkan masyarakat Sasak Watu Telu juga menyakini bahwa danau Segara Anak memang tempat suci. Sedangkan air terjun di Gunung Rinjani mempunai fungsi sebagai media pengobatan, entah apapun penyakit yang di derita jika ada yang berkunjung kesana kemungkinan akan lekas sembuh penyakit yang di derita.

Masyarakat asli Lombok menyakini bahwa ada yang menjadi penghuni puncak Gunung Rinjani, mereka menyebutnya sebagai Dewi Rinjani. Dari mitos inilah mengapa pegunungan tersebut diberi nama Rinjani. Ada pula yang mengatakan bahwa istana Dewi Rinjani berada di kaldera lautan debu arah tenggara, dan istana ini akan nampak hanya pada waktu – waktu tertentu saja.

Akses Menuju Gunung Rinjani

Waktu yang pasti ramai dikunjungi oleh wisatawan adalah antara bulan Juni sampai Agustus. Jika dulu, hanya wisatawan pecinta alam yang mengunjungi obyek wisata Rinjani, kini hampir semua golongan turut serta mengunjungi Gunung Rinjani. Kalian bisa berkunjung pada bulan tersebut, karena di waktu itulah musim kemarau akan datang, jadi perjalanan kalian lebih aman untuk dilalui. Ada banyak transportasi yang bisa kalian pilih untuk berkunjung, mulai dari transportasi darat ataupun laut.
Kalian bisa menggunakan transportasi pribadi, dengan tujuan menuju ke Banyuwangi. Selanjutnya adalah menuju ke pelabuhan ketapang, dan menyebrang menggunakan kapal feri sekitar 1 jam perjalanan. Dari Gilimanuk – Bali kalian lanjutkan lagi menuju terminal Ubung, Pulau Bali. Sekitar 3 jam untuk bisa sampai di pelabuhan Padangbai.

Satu lagi penyebrangan yang harus kalian lakukan, yaitu menuju ke pelabuhan Lembar pulau Lombok. Setelah dari sana, tujuan selanjutnya menuju ke terminal Mandalika Mataram dengan waktu 2 jam. Jika kalian berniat trekking namun tidak membawa peralatan yang dibutuhkan, kalian bisa menyewanya di pasar Aikmel, disana sudah tersedia lengkap semua peralatan trekking.

Taman Wisata Gunung Rinjani hingga saat ini belum membuat kebijakan tentang pembatasan kuota untuk wisatawan, karena memang jumlah pengunjung yang masih sedikit yaiut sekitar 95.000 setiap tahunnya. Sudah terbayang bukan, bahwa tempat ini masih sepi oleh pengunjung, jadi kalian bisa melihat pemandangan alam yang eksotis dan menawan. Mengenai harga tiket, kalian diharuskan membayar sebesar Rp 2.500/hari untuk wisatawan lokal, sedangkan wisatawan asing sebesar Rp 20.000/hari.

Kalian tidak diperbolehkan terlalu lama untuk bermalam di Gunung Rinjani, batas yang sudah ditentukan adalah 3 sampai 5 hari. Namun jika memang berencana untuk berwisata melebihi ketentuan tersbut, kalian bisa untuk konfirmasi terlebih dahulu ke petugas setempat. Berbeda lagi jika tujuan kalian adalah untuk ritual atau ziarah, kalian akan diberikan waktu yang lebih lama daripada pengunjung yang lain. Jangan pernah untuk tidak meminta izin ketika lebih dari batas waktu yang ditentukan, kalian akan mendapatkan sanksi karena sudah melanggar.

Tempat singgah yang bisa kalian kunjungi sebelum ke puncak Rinjani adalah danau Segara Anak. Ada dua rute yang bisa kalian pilih, yaitu dari Desa Senaru yang membutuhkan waktu sekitar 3 jam, dan 4 jam perjalanan jika dari Desa sembalun Lawang. Di Desa Senaru cenderung mempunyai iklim yang panas, dan diharuskan melewati padang savanna. Sedangkan Desa Sembalun kalian bisa menikmati rindangnya pepohonan, akan tetapi jalanan yang dilewati sedikit menanjak.  
Scroll To Top