Mengulik Sejarah & Wisata Fort Marlborough Bengkulu


Sejarah Benteng Fort Marlborough

Dari namanya saja sudah terlihat bahwa ini merupakan nama – nama di Negara Inggris. Benteng Marlborough adalah bangunan dari peninggalan Inggris ketika berkuasa di Pulau Sumatera. Benteng terkuat kedua setelah benteng Fort St. George di India. Marlborough dibangun dengan maksud sebagai pertahanan Inggris di Indonesia sekaligus menjadi bangunan peninggalan Inggris terbesar di Wilayah Asia Tenggara. 

Bangunan Tua tersebut sudah berdiri sejak tahun 1713 – 1719 di bawah kekuasaan komando Joseph Collet yang kala itu ditunjuk sebagai Gubernur Jenderal berbasis pertahanan di British Bancoolen. Mempunyai luas sekitar 44.000 m serta tinggi 8,5 m di atas permukaan laut, Marlborough berada di kawasan yang berdekatan dan membelakangi Samudera Hindia.

Nama benteng ini merujuk pada nama Duke of Marlboroug, yaitu seorang pahlawan ketika perang antara Inggis dengan Prancis. Pada tahun 1818 – 1824 pimpinan kolonial Inggris Thomas Stamford Raffles datang ke Bengkulu dan membuat suasana Bengkulu menjadi terkenal.  Jika mungkin Inggris lebih lama ketika berada di Indonesia mungkin Bengkulu mempunyai peninggalan – peninggalan sejarah yang lebih banyak. Namun, pada tahun 1825 Inggris dan Belanda membuat perjanjan dalam mengendalikan dan mengontrol wilayah jajahan masing – masing.

Singapura dan Malaysia adalah dua Negara yang menjadi jajahan Belanda, sedangkan Bengkulu juga diambil alih setelah Inggris menjajah Indonesia. Perjanjian tersebut membuat Inggris berpindah kekuasaan ke Singapura dan Malaysia, alasanya untuk mempermudah mengontrol masing – masing jajahan.

Sampai Perang Dunia II berlalu benteng Fort Marlborough berada di kekuasaan Belanda. Setelah itu Jepang yang mengambil alih daerah jajahan dan menguasai wilayah Nusantara. Pada tahun 1950 Belanda menguasai lagi Fort Marlborough karena Agresi Militer Belanda, tetapi kekuasaan tersebut tidak berlangsung lama setelah TNI AD mengambil alih Bengkulu. TNI AD menyerahkan benteng tersebut pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk dijadikan sebagai cagar budaya sekaligus tempat wisata edukasi.
Saat pertama kali masuk, kalian akan merasakan suasana tempo dulu abad ke 17, meskipun kalian tidak mengalaminya. Jauh lebih dalam, kalian akan melihat beberapa prasasti kuno yang memang diletakkan di bagian dalam yang tertulis klasik ala British. Setiap prasasti mempunyai nama masing – masing, seperti Son of M.Thomas Shan, Richard Watts ataupun George Shan.

Jika kalian sudah berada di Jembatan dan  masuk ke dalam, disana terdapat 3 makam kuno dari Residen Thomas Parr yang meninggal dibunuh oleh rakyat Bengkulu pada tahun 1807. Sedangkan Charles Murray dibunuh ketika hendak menyelamatkan Thomas Parr dan juga Robert Hamilton. 

Fasilitas Obyek Wisata

Sebagai hiburan jika merasa lelah berkeliling, kalian bisa menyaksikan tarian adat Bengkulu dan musik Dol. Nuansa akan semakin ramai ditambah dengan perasaan penuh kehormatan. Karena tarian adat bertajuk Sekapur Sirih jarang sekali dipersembahkan di khalayak umum, selain tamu kehormatan adat ataupun kerajaan. Selain itu, tarian sekar putih kerap kali digunakan untuk ritual penyambutan tamu dari luar Bengkulu. Ini adalah bukti bahwa adat di Indonesia masih kaya dan perlu untuk terus dilestarikan.

Tarian yang diusung oleh 5 penari wanita dan 2 penari laki – laki semakin terlihat serasi ketika beradu kemampuan bela diri, ditambah lagi alunan musik Dol yang mengikat hati. Semua pemeran tari sekar putih adalah anggota dari Sanggar Pelatihan Arastra Bengkulu. Selesai dari ruangan ini, kalian bisa berkunjung ke Ruang Pegawai EIC yang berada di sisi kiri, dan ada pula Ruang Tahanan Militer di sisi kanan.

Di sebelah kanan terdapat beberapa pilar besi yang pernah dijadikan sebagai sel tahanan. Masuk lagi lebih dalam, kalian akan sampai di monumen yang saat ini baru saja diresmikan oleh pemerintah. Di ruangan ini kalian bisa melihat dengan seksama bahwa Inggris pernah berkuasa di Bengkulu.

Monumen tersebut adalah pemimpin kolonial Belanda, Sir Thomas Raffles. Selain itu ada pula monumen presiden RI yaitu Ir. Soekarno. Setiap sisi ruangan ini dipenuhi oleh informasi – informasi pada abad dulu, tentu sangat menarik untuk kalian pelajari. Disinilah tempat yang pas bagi kalian yang menyukai sejarah, kalian akan merasa betah belajar sejarah di Fort Marlborough.

Tepat di tengah tengah benteng terdapat lapangan luas berisikan meriam berderetan rapi, beberapa dipisahkan oleh adanya garis jalan. Jika dibandingkan, luas lapangan benteng ini adalah setengah dari luas lapangan sepak bola. Ada pertunjukan atraksi Dol saat kalian berada di lapangan. Sebuah obyek wisata tidak hanya menilik sebuah sejarah, melainkan kalian bisa belajar tentang budaya Bengkulu. Setiap anggota mempersembakan dengan sungguh – sungguh keahliannya di hadapan pengunjung.

Atraksi dol merupakan permainan musik yang dijalankan oleh orang banyak. Musik yang dibawakan adalah musik adat asli Bengkulu, seluruh penabuh Dol iring mengiringi pemain yang lain untuk menyelaraskan instrumen musiknya. Obyek wisata yang sangat menarik bukan? Kalian bisa menikmati perpaduan antara budaya barat dengan budaya Bengkulu disertai pengaruh Melayu dalam satu momen yang sama.

Tidak hanya melihat atraksi saja, pengunjung dipersilahkan untuk mencoba menabuh Dol. Kalian hanya perlu mengikuti iringan musik yang diberikan, tidak sulit untuk belajar memainkan Dol. Benteng Fort Marlborough mempunyai beberapa sudut di bagian rooftop. Ada satu meriam yang dipasang disana menghadap ke arah Samudera Hindia. Jujur saja, panorama Bengkulu bisa kalian lihat dari rooftop, tentu bukan pemandangan yang biasa. Hamparan laut lepas Samudera Hindia berpadu dengan desiran ombak yang elok membentur perlahan dengan bibir pantai. Dari sini kalian bisa membayangkan, jika ada musuh yang datang dari laut, mampukah meriam Fort Marlborough meredam serangan musuh tersebut?
Tips buat kalian yang ingin berkunjung ke Benteng Fort Marlboroug, lebih baik untuk datang saat pagi hari atau menjelang sore. Untuk menghindari cuaca yang panas serta menghindari keramaian. Wilayah Benteng ini sangat luas, kalian tidak perlu untuk mengunjungi setiap bagian didalamnya. 

Ini adalah beberapa lokasi yang bisa kalian kunjungi saat berada di Fort Marlborough :
1.  Ruang Sel Tahanan
2.  Ruang Pegawai EIC
3. Terowongan (konon dahulu pernah digunakan sebagai tempat escspe tentara Inggris jika    benteng terkepung)
4.  Dua Jembatan / Mesiu
5.  Makam dan Prasasti
6.  Gudang Senjata
7.  Museum

Jangan pernah puas jika kalian sudah mengunjungi beberapa temapt di atas, kalian bisa menemukan hidden spots sekaligus bisa dimanfaatkan untuk berfoto sembari mengisi beranda social media. Benteng Fort Marlboroug berada di JL. Benteng, Tlk. Segara, Kota Bengkulu. Jam buka obyek wisata ini mulai pukul 08.00 – 17.00 WIB. Sedangkan untuk harga tiket masuk adalah Rp 5.000 bagi orang dewasa, dan Rp 3.000 untuk anak – anak.

Yang jelas, wajib bagi kalian untuk mampir ke Fort Marlborough ketika singgah di Bengkulu. Sempatkanlah untuk belajar dengan pengalaman bersejerah di sana.

Scroll To Top