Obyek Wisata Up To Date di Bukittinggi



Sumatera Utara mempunyai beberapa Kota yang sangat terkenal di kalangan wisatawan. Kota Bukittinggi misalnya, adalah kota terbesar ke dua yang berada di Sumatera Utara. Kota ini juga pernah dijadikan sebagai ibu kota Negara Indonesia pada pemerintahan Darurat Indonesia. Bukittinggi berada di ketinggian 900 – 950 meter diatas permukaan laut. Kondisi cuaca disana mempunyai suasana yang sejuk dengan suhu sekitar 16 – 24 derajat.

Berikut adalah beberapa obyek wisata di Bukittinggi yang bisa kalian gunakan untuk menghabiskan liburan,

1.    Jam Gadang
Sebuah bangunan berukuran 13 x 4 meter yang berada di kawasan Taman Sabai Nan Aluih, lebih tepatnya berada di depan Istana Bung Hatta. Bangunan ini pernah menjadi ikon Kota Bukittinggi, sangat menarik untuk kalian kunjungi saat malam hari. Di sekitar wilayah Jam Gadang ditanami pepohonan yang membuat lingkungan sekeliling lebih nyaman.

Kawasan Jam Gadang selalu ramai dikunjungi oleh orang – orang, entah itu sekadar bersantai ataupun jalan – jalan. Pemerintah Kota Bukittinggi selalu memperbaiki fasilitas yang ada di kawasan Jam Gadang, seperti penambahan bangku – bangku untuk bersantai. Lebih baik jika berkunjung kesana bersama dengan anggota keluarga, terutama anak – anak, pasti sangat senang jika diajak bermain di kawasan ini.

2.    Fort De Kock

Tempat berikutnya adalah sebuah peninggalan dari Bangsa Hindia Belanda, Benteng Fort De Kock. Merupakan benteng yang didirikan di Kota Bukittinggi oleh bangsa Belanda. Lokasi ini tidak jauh dari pusat kota Bukittinggi, hanya perlu 1 jam perjalanan untuk menuju ke lokasi. Lebih tepatnya berada di Jalan Tuanku nan Renceh.

Pendiri dari kapten ini adalah seorang kapten besar dari Bangsa Belanda, Kapten Bour. Sang kapten mendirikan benteng ini dengan maksud sebagai perlindungan sekaligus menjadi pertahanan Tentara Belanda dari serangan rakyat Minangkabau pada tahun 1821 – 1837. Benteng Fort De Kock sudah berdiri sejak tahun 1825 juga merupakan satu dari dua benteng peninggalan Bangsa Belanda di Provinsi Sumatera Utara. Satu lagi benteng yang berada di Sumatera Utara berada di Kawasan Batusangkar. Belanda memilih tempat tersebut karena di Batusangkar merupakan letak yang sangat sulit ditaklukan saat perang Paderi.

3.    Jembatan Limpapeh
Ciri khas dari jembatan ini adalah mempunyai perpaudan warna kuning dan merah yang sangat unik. Jembatan yang sudah berdiri sejak tahun 1995 ini digunakan sebagai penghubung dari Taman Margasatwa menuju Budaya Kinantan. Jika kalian berkunjung ke jembatan ini, cobalah untuk menyeberang di atas jembatan, karena jika dilihat dari bawah akan terkesan kurang menarik untuk dilihat. Jembatan Limpapeh dibuat dengan konsep jembatan gantung, saat menyeberang akan terasa getaran dan goyangan yang justru memancing adrenalin kalian. Jembatan ini berada di antara perbukitan dan Gunung Merapi, sekaligus menjadikan pemandangan bagi pengunjung yang melintasinya.

4.    Ngarai Sianok
Ngarai Sianok merupakan bentuk lain yang paling jelas dari aktivitas lempeng bumi tektonik. Tempat ini terbentuk karena adanya serpihan – serpihan batu yang menghasilkan kawasan yang subur dengan pemandangan yang indah. Di sisi selatan terdapat Nagari Koto Gadang sampai Nagari Siaonok Enam Suku, semuanya hampir mempunyai kedalaman lembah mencapai 100 m dan lebar sekitar 200 m.

Penduduk setempat ada yang menyebut dengan istilah Lembah Pendiam, mungkin karena mempunyai lingkungan yang tenang dan damai. Cuaca disana cukup sejuk didukung dengan semilir angin yang berhembus perlahan. Di area ini masih sering ditemui burung – burung kecil sebagai pelengkap suasana di Ngarai Sianok. Jika kalian mempunyai aktivitas yang sangat pada, cobalah untuk berkunjung ke Ngarai Siaonok, ini merupakan tempat yang pas untuk menghilangkan beban pikiran dari rutinitas sehari – hari.

5.    Lobang Bukittinggi
Tempat menarik lainnya yang berada di Kota Bukittinggi adalah Lobang Jepang Bukittinggi. Sebuah lokasi dari peninggalan zaman Jepang namun dibangung oleh penduduk Indonesia lewat kerja rodi dari tekanan tentara Jepang. Jepang berhasil menguasai daerah ini dari tahun 1942 hingga 1945, penduduk Indonesia dengan terpaksa harus berada di bawah kekuasaan Jepang.
Kubangan besar yang mempunyai panjang lebih dari 1.450 m dan berjarak 40 m di bawah lokasi Ngarai Sianok. Lobang Sianok mempunyai 21 terowongan yang digunakan sebagai penyimpanan amunisi, tempat tinggal, ruang tahanan, ruang makan, tempat pertemuan, ruang penyergapan, ruang mata – mata, serta pintu gerbang yang besar.

6.    Janjang Ampek Puluan
Nama lokasi ini diambil dari bahasa Minang yaitu Jenjang yang artinya tangga, ampek berarti puluhan. Karena banyaknya anak tangga yang berjumlah hampir puluhan anak tangga, maka obyek wisata ini diberi nama Janjang Ampek Puluhan. Setiap anak tangga mempunyai tinggi mencapai 20 cm, cukup terjal untuk anak tangga setinggi itu.
Bagi kalian yang datang saat musim hujan, sebaiknya untuk lebih berhati – hati saat melintasi tempat ini. Jika curah hujan yang tinggi dan aliran air dari pasir atas bisa menutupi anak tangga yang memyebabkan tangga lebih licin. Meskipun di setiap sisi sudah dipasang railing untuk berpeganga saat menaiki, kalian lebih baik berhati – hati saat musim hujan datang.

7.    Seribu Janjang
Jika di Cina mempunyai ikon tembok Cina, Bukittinggi juga mempunyai ikon yang tidak kalah menarik dari Cina, yaitu Janjang Seribu Bukittinggi. Suasana yang ada di lokasi ini hampir sama dengang versi tembok Cina, bedanya ini adalah tembok Cina versi kota Bukittinggi.
Deretan anak tangga yang tersusun dengan rapi sepanjang kawasan Koto Gadang ini,  mengarah langsung ke kawasan bawah Ngarai Sianok. Janjang Saribu merupakan istilah bahasa daerah yang artinya Tangga Seribu.

8.    Monumen Bung Hatta
Lebih tepatnya adalah tempat dimana Bung Hatta dilahirkan. Lokasi ini mempunyai luas sekitar 1000 m. Di tempat ini pula Bung Hatta dibebaskan oleh Pemerintah Kota Bukittinggi. Ada yang mengatakan bahwa tempat ini adalah lahan kepemilikan dari keluarga almarhum Bapak Bung Hatta.

Mulai tahun 1994 tempat kelahiran Bung Hatta telah mengalami renovasi dari beberapa yayasan pendidikan Wawasan Nusantara dari Universitas Bung Hatta. Keputusan untuk merenovasi tempat tersebut adalah keputusan dari pimpinan Rektor Universitas Bung Hatta. Selain itu obyek wisata ini didukung oleh beberapa kantor Dinas, seperti Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya. Mereka mendukung tempat tersebut karena dianggap sebagai sejarah yang mempunyai nilai tinggi.

9.    Istana Bung Hatta
Ada satu tempat lagi yang berhubungan dengan Bung Hatta yaitu Istana Bung Hatta yang berada di seberang Jam Gadang Bukittinggi. Lokasi tempat ini cukup luas dengan lingkungan yang hijau asri dan sejuk, serta banyaknya tanaman pohon palm dan cemara. Kalian tidak diperbolehkan untuk masuk lebih dalam ke Istana Bung Hatta, karena disana memang diajaga oleh beberapa petugas. Kalian hanya diperbolehkan untuk berkeliling di lingkungan Istana Bung Hatta. 


Scroll To Top