Taman Nasional Way Kambas


Pusat Pelatihan Gajah

Ada yang menarik dari obyek wisata di Indonesia yang bisa kalian kunjungi saat hari libur datang. Tepat sekali, Way Kambas merupakan obyek wisata dimana tempat ini dijadikan sebagai pusat pelatihan gajah Sumatera. Way Kambas merupakan obyek wisata yang terbentuk dari letusan gunung Krakatau pada waktu dulu. Obyek wisata Lampung ini adalah destinasi yang ramai dikunjungi wisatawan saat liburan. Selain bisa menikmati pemandangan di Kota Lampung, kalian bisa melihat bagaimana seekor gajah bisa dilatih dengan baik.

Para pelatih lebih senang untuk memilih seekor gajah yang tadinya liar yang nantinya bisa dijinakkan dengan arahan yang baik. Letak wilayah ini berada di hutan daratan rendah yang terdiri dari hutan air tawar dengan padang rumput dan hutan pantai. Taman satwa liar way kambas berada di paling ujung pulau Sumatera. Luas wilayah ini mencapai 125.000 hektar, seluruh wilayah masih mempunyai hutan yang rimbun.

Sekitar 120 km jarak way kambas dengan kota Bandar Lampung. Akses menuju pusat kota  Bandar Lampung saat ini sudah mudah untuk dilalui. Jika kalian bepergian dengan kendaraan bermotor membutuhkan waktu sekitar 2 jam hingga 3 jam perjalanan. Dari pusat Kota Bandar Lampung kalian hanya perlu menuju ke Jalan Labuan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung.

Taman Nasional Way kambas bukan hanya menaungi pusat pelatihan gajah saja, disana merupakan pusat pelestarian jenis flora dan fauna. Namun, yang lebih diutamakan adalah satwa gajah Sumatera yang saat ini perlahan sudah mulai punah keberadaannya. Ini mengapa di Way Kambas sangat banyak ditemui satwa gajah daripada yang lain. Ada sekitar 300 satwa gajah di Taman Nasional Way Kambas,  dan ini kemungkinan akan terus bertambah populasinya. Perlu kalian ketahui juga, bahwa dari Taman Nasional Way kambas inilah sudah banyak ditemui satwa gajah di setiap Kebun Binatang. 

Karena sudah adanya pusat konservatif satwa gajah, perlu adanya melindungi serta mengembangbiakkan semua gajah agar tetap bisa hidup dengan bebas. Yang paling penting adalah untuk bisa terus melindungi dari perburuan liar agar satwa gajah ini bisa terus ada populasinya dan tidak mengalami kepunahan. Serta turut menjaga habitat asli dari satwa ini yang sudah berada sejak berabad – abad lamanya.


Kegiatan Pelatihan Gajah Sumatera

Aktivitas petugas pawang gajah dilakukan mulai pagi hari dari memandikan gajah, setelah itu melepaskan gajah di alam liar agar bisa hidup bebas. Gajah – gajah yang sudah dilepaskan di alam liar adalah jenis satwa yang sudah dilatih sebelumnya, jadi tidak perlu khawatir para satwa akan lari atau tidak kembali lagi ke habitatnya. Di sore hari rombongan gajah tersebut akan kembali lagi ke habitat aslinya. Namun tetap saja, tidak semua gajah akan kembali ke habitat. Justru gajah – gajah tersebut mendekati pemukiman warga setempat. Hal ini yang kadang diresahkan oleh warga setempat.

Selain mendekati pemukiman warga, dampak buruknya adalah rombongan gajah tersebut melintasi perkebunan penduduk. Sehingga banyak tanaman yang rusak akibat terinjak. Dari petugas sendiri sebetulnya sudah melakukan patrolli setiap harinya dengan menunggangi gajah dan mengitari area pemukiman penduduk untuk mencari gajah yang melampaui perbatasan.
Jika ditemui hal demikian, para petugas akan menggiring gajah tersebut untuk kembali ke habitat aslinya dan menjauhkannya dari pemukiman penduduk. Yang menjadi kendala adalah terbatasnya jumlah petugas yang melakukan patrolli setiap harinya sedangkan wilayah Way Kambas sendiri juga sangat luas. Kadang – kadang terdapat beberapa gajah yang lolos dari pengawasan petugas. Jika patrolli ini berlangsung hingga malam hari, para petugas terpaksa untuk menggunakan pistol SOS. Setelah mendengar tembakan tersebut, gajah – gajah tersebut akan lari ketakutan.

Fasilitas baru yang ada di Taman Nasional Way Kambas adalah rumah sakit gajah. Rumah sakit ini hanya dikhususkan untuk satwa gajah, dan ini merupakan salah satu pelayanan kesehatan yang ada di Indonesia bahkan Asia. Layanan kesehatan ini digunakan untuk gajah yang mengalami sakit atau sedang tertangkap karena berkeliaran di rumah penduduk. Kebanyakan gajah tersebut sedang stress berat akibat diusir penduduk dan merasa terancam.

Bangunan rumah sakit ini dibangun dengan konsep yang bagus. Terdapat tiang – tiang pemisah yang dipasang untuk memisahkan jenis gajah yang sedang sakit dan sudah dirawat. Setiap satu bulan sekali dilakukan perawatan gajah, mulai dari cek mulut, gigi, dan juga warna kotorannya. Pemeriksaan pada kaki gajah juga kerap kali dilakukan, karena sering ditemui adanya luka akibat tertusuk paku atau benda tajam.


Flora dan Fauna Way Kambas

Jenis satwa yang ada di Taman Nasional Way Kambas tidak hanya gajah saja, masih ada satwa – satwa lain yang dilindungi. Misalnya, badak Sumatera, harimau Sumatera, beruang madu, rusa ambas, tapir, dan satwa – satwa langka lainnya yang terancam kepunahan. Jelas masih banyak satwa yang belum diketahui keberadaanya dari luas wilayah Way Kambas. Satwa seperti ular, serangga, kemungkinan besar berada di Taman Way Kambas.

Lantas bagaimana para pawang bisa membuat gajah yang sebelumnya liar bisa menjadi jinak? Hal ini dilakukan dengan cara karantina hewan liar serta terus melakukan pendekatan ke satwa liar tersebut yang nantinya perlahan bisa bersahabat dengan manusia. Jika gajah – gajah tersebut sudah mulai jinak dan mau berinteraksi dengan manusia, maka selanjutnya akan diperbolehkan untuk hidup di alam bebas.

Pusat pelatihan inilah yang menjadikan wisatawan untuk tertarik berkunjung ke Way Kambas. Wisatawan diperbolehkan untuk melihat dari dekat bagaimana para pawing menangani penangkaran satwa liar. Dulu tempat penangkaran ini tidak dibuka untuk obyek wisata, karena semakin bertambahnya wisatawan yang ingin melihat proses penangkaran satwa akhirnya tempat ini dijadikan sebagai obyek wisata. Dari Taman Nasional Way Kambas kalian bisa belajar lebih dalam mengenai pentingnya untuk melestarikan alam serta semua satwa yang hidup di dalamnya.
Kalian hanya perlu membayar Rp 7.000 untuk bisa memasuki Way Kambas. Cukup murah bukan? Dengan biaya demikian kalian akan mendapatkan ilmu yang lebih dari itu. Untuk biaya parkir kendaraan roda empat dikenai biaya sebesar Rp 10.000, ini digunakan untuk perbaikan jalan. Letak Pusat Pelatihan Gajah ini masih berjarak 9 km dari pintu masuk sedangkan akses menuju ke lokasi masih banyak ditemui jalanan yang rusak.

Jangan khawatir bagi kalian yang berkunjung dengan berjalan kaki. Disana sudah banyak ditemui ojek yang berada di pintu masuk. Perlu diingat juga bahwa kalian harus menyimpan baik – baik tiket masuk yang sudah dibeli. Karena nantinya ada pengecekan tiket kembali di pos PLG (Pusat Pelatihan Gajah). Selain itu sudah banyak warung – warung kecil yang menjual makanan ringan. Kalian sebaiknya membeli pisang yang dijual di warung – warung tersebut untuk diberikan ke gajah saat berada di pusat penangkaran. Harga satu ikat pisang adalah sebesar Rp 10.000

Scroll To Top