Uji Adrenalin Kalian di Ombak Bono Sungai Kampar

Umumnya kegiatan berselancar dilakukan di kawasan pantai yang mempunyai ombak besar. Namun, bagaimana jika berselancar dilakukan di tengah – tengah sungai? Apa bisa? Sangat bisa untuk dilakukan. Hanya di Sungai Kampar kalian bisa melakukan kegiatan semacam ini, Kepulauan Riau mempunyai obyek wisata yang sudah terkenal dengan fenomena ombak Bono. Bahkan, kalian boleh mencoba sendiri untuk melakukan surfing di sungai yang ombaknya cukup menantang adrenalin.

Kalian akan mendapatkan pengalaman baru yang sangat berharga setelah melakukan surfing di obyek wisata satu ini. Berikut akan saya ulas mengenai wisata Sungai Kampar Riau.

Fenomena Ombak Bono

Sungai ini berada di area Pulau Muda, Kec. Teluk Meranti, Kab. Pelalawan, Riau. Satu hal yang menarik dari Sungai Kampar adalah fenomena alamnya yang cukup unik yaitu arus sungai yang diberi nama Gelombang Bono. Bono adalah kejadian yang terjadi akibat pertemuan antara gelombang pasang air laut dengang gelombang pasang air sungai. Fenomena ini tidak terjadi berulang kali, hanya di waktu – waktu tertentu saja.

Faktor terjadinya ombak Bono adalah karena kondisi sekitar mengalami penyempitan arus akibat pulau muda yang membelah muara Sungai Kampar. Satu petunjuk ketika ombak Bono akan terbentuk adalah adanya suara gemuruh yang sangat keras seperti Guntur serta diiringi tiupan angin yang cukup kencang. Tinggi dari ombak Bono bisa mencapai 4 m dengan bentuknya yang menggulung terus.

Peselancar professional selalu mencari momen – momen seperti ombak Bono. Kecepatan ombak bisa mencapai 45 km/jm, tentu akan menjadi daya tarik bagi para peselancar. Di lokasi ini sering juga ditemui peselancar – peselancar berbakat yang mencoba ketangguhan ombak Sungai Kampar. Ada yang menyebut ombak Bono dengan istilah Gelombang Tujuh Hantu atau Seven Ghosts, karena mempunyai gelombang mencapai 7 lapis dan membentuk sebuah kubah secara berurutan.

Gulungan dari arus Sungai ini bisa bertahan hingga 2 jam, tentu saja hal tersebut mempunyai perbedaaan yang unik dengan ombak – ombak yang biasanya. Bagi kalian yang baru belajar kegiatan surfing, jangan sekali – kali melakukannya di ombak Bono. Karena disana bukanlah tempat yang sesuai untuk peselancar pemula.

Proses Terbentuknya Arus Bono

Kalian bisa berkunjung kesana pada tanggal 10 – 20 Bulan Melayu dalam kalender Arab. Pada bulan tersebut lebih terkenal dengan sebutan Bulan Purnama atau Bulan Besar. Jika kalian ingin mendapatkan gelombang yang lebih besar, bisa datang pada tanggal 13 -16 pada Bulan Melayu Kalender Arab.

Hanya terdapat dua warna pada gelombang yang terjadi, yaitu warna coklat dan putih. Kedua warna tersebut sesuai dengan warna pada air Sungai Kampar. Bisa juga gelombang Bono terjadi pada bulan Mati, yaitu antara awal bulan dan akhir bulan. Namun, ini bukan waktu yang direkomendasikan untuk datang berkunjung. Bisa saja, gelombang Bono tidak muncul saat bulan Mati.

Saat tiba waktunya air pasang naik dari lautan yang kemudian memasui area Sungai Kampar, inilah saatnya gelombang Bono akan terbentuk. Arus Sungai Kampar akan mengalir menuju lautan dan berbenturan dengan arus air laut yang memasuki wilayah Sungai Kampar. Benturan antara kedua arus inilah yang menyebabkan terjadinya gelombang Bono. Puncak ketinggian gelombang ini terjadi pada bulan besar saja, serta diiringi oleh hujan lebat di area hulu Sungai Kampar.

Semakin besar gelombang yang terbentuk, semakin besar pula suara gemuruh yang akan terdengar. Hujan lebat yang datang akan berbenturan langsung dengan pasang air laut. Dengan besarnya gelombang yang terjadi, tidak heran pula jika lingkungan sekitar rawan terjadinya banjir dalam beberapa saat. Hampir satu jam area pemukiman penduduk terendam air mencapai lutut orang dewasa.

Sejarah Ditemukannya Gelombang Bono

Bukan penduduk lokal yang pertama kali menemukan Gelombang Bono tersebut, melainkan wisatawan mancanegara yang melakukan surfing di Sungai Kampar. Mereka adalah dua peselancar handal dari Perancis dan Brazil. Karena hal inilah yang menyebabkan Sungai Kampar kian ramai dikunjungi oleh peselancar – peselancar, baik itu dari lokal hingga mancanegara.

Pemerintah Pusat mendukung Sungai Kampar untuk dijadikan sebagai obyek wisata. Beberapa fasilitas terus dikembangkan, karena menurutnya Sungai Kampar bisa menjadi potensi wisata yang menarik bagi wisatawan. Media internasional Guinness World Record pernah mempublikasikan Sungai Kampar menjadi tempat berselancar dengan gelombang terlama dan terpanjang. Ini terjadi pada tanggal 9 – 14 Febuari yang sekaligus menjadi sorotan dunia mengenai peristiwa langka tersebut.

Rute Menuju Lokasi

Jika kalian berada di Pusat Kota Pekanbaru, kalian hanya perlu melanjutkan perjalanan menuju Pangkana Kerinci. Lebih baik kalian menggunakan jalur darat jika ingin berkunjung ke Sungai Kampar, berjarak sekitar 70 km dari ibu kota. Disana juga terdapat transportasi umum yang bisa kalian pilih seperti travel atau yang disebut dengan superben. Biayanya sendiri juga cukup murah yaitu sebesar Rp 20.000/orang.

Setelah sampai di Pangkalan Kerinci, kalian lanjutkan perjalanan menuju Teluk Meranti menggunakan mobil penyewaan dengan harga Rp 50.000/orang. Mobil rental ini bisa kalian temukan di Hotel Meranti Pangkalan Kerinci. Setelah itu lanjutkan lagi perjalanan kalian menuju Teluk Meranti selama 4 jam. Terdapat 2 transportasi alternative yang bisa kalian pilih. Jika jalur darat seperti yang saya jelaskan diatas, namun jika kalian memilih jalur air butuh waktu 2 jam saja dari Teluk Meranti.

Fasilitas perahu yang bisa kalian sewa adalah jenis speedboat dengan kapasitas 6 -8 orang dengan harga sewa sekitar Rp 300.000. Akan tetapi, karena kemunculan gelombang Bono, hanya beberapa speedboat saja yang bisa kalian gunakan untuk menuju ke Tanjung Sebayang. Gelombang Bono sangat berbahaya bagi pengunjung serta sangat sulit untuk memperkirakan kondisi yang akan terjadi di Sungai Kampar.

Ada beberapa hal yang harus kalian perhatikan jika ingin berselancar di Sungai Kampar. Diantarnya :
1.   Jika kalian adalah orang yang baru pertama kali mengunjungi Sungai Kampar, perhatikan dengan seksama gelombang Sungai Kampar. Gelombang disana sangat berbeda dengan lautan lepas. Ini karena gelombang yang datang dari kedua sisi setelah memukul bagian kedua tanggul Sungai.
2.    Penduduk setempat pernah menjumpai adanya ular dan buaya di bagian tepi Sungai. Daerah Hulu adalah tempat yang sering diketahui keberadaan seekor buaya. Kalian lebih berhati – hati lagi saat akan berselancar di kawasan tersebut.
3.   Jangan lupa untuk meminta didampingi saat berselancar. Sungai Kampar sangat berbeda dan cukup berbahaya bagi wisatawan yang belum mengerti area sekitar. Lebih baik kalian minta didampingi oleh jasa perusahaan maupun organisasi yang sudah mengerti kondisi wilayah setempat.

Bagi kalian yang tidak bisa berselancar jangan berkecil hati. Kalian bisa melakukan kegiatan seperti menyewa sepeda motor keliling untuk menyusuri pedesaan – pedesaan setempat. Saat ini Sungai Kampar sudah menjadi obyek wisata dengan daya tarik yang unik dan menarik. Jadi, tunggu apa lagi?


Scroll To Top